Jumat, 03 April 2020

Dampak Kasus Korupsi Jiwasraya Mulai Sistemik

Dampak Kasus Korupsi Jiwasraya Mulai Sistemik

Foto: Jiwasraya sedang dibersihkan. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — Terkuaknya kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai merembet ke industri lain. Setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) memblokir sedikitnya 800 rekening efek terkait penyidikan Jiwasraya, mulai bermunculan persoalan lain di industri jasa keuangan termasuk reksa dana dan asuransi jiwa.

Industri reksa dana pun mulai mendapat cobaan. Sejumlah perusahaan manajer investasi (MI) dikabarkan tak bisa membayar nasabah yang ingin menarik dana investasi (redemption). Beberapa asuransi jiwa pun terkendala dalam pencairan klaim nasabah karena akunnya ikut terkena pemblokiran.

Di tengah kondisi Akhir pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya mengumpulkan seluruh direksi self regulatory organization(SRO), perusahaan efek, MI dan asosiasi-asosiasi.

Sebenarnya tak ada yang tahu, apa hasil rinci dari pertemuan tersebut. Hanya satu hasil yang sempat terpublikasi, yaitu para pelaku dan regulator mengusulkan adanya tim khusus yang dibentuk agar sejumlah kasus yang muncul dapat segera ditangani secara bersama-sama dan satu arah. 

November tahun lalu, OJK juga sudah turun tangan dengan melakukan suspensi terhadap produk reksa dana dari 37 perusahaan MI demi perbaikan industri.

Lantas, sebenarnya apa gerangan yang sedang terjadi?

Benarkah industri pasar modal Indonesia sedang tertekan karena efek megaskandal Jiwasraya. 

Jiwasraya seakan menjadi awal dari tekanan di pasar modal ini. Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jiwasraya sudah melakukan investasi pada pada saham-saham berkualitas rendah. Ini yang menyebabkan, Jiwasraya rugi Rp 6,64 triliun, sebut Ketua BPK Agung Firman Sampurna.

“PT AJS (Jiwasraya) melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang berkualitas rendah yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan. Antara lain, analis dilakukan secara proforma dan tidak didasarkan atas dasar data yang valid dan objektif,” kata Agung dalam konferensi pers yang dilakukan, Rabu (8/1/2020).

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.