Jumat, 03 April 2020

Transformasi FPI dan Revolusi Sosial

Transformasi FPI dan Revolusi Sosial

Jakarta, Swamedium.com — Jumat, 21/2 FPI (Front Pembela Islam) akan menggelar demo besar2an untuk melawan wabah korupsi yang semakin merajalela di Indonesia sejak kepemimpinan Jokowi. Pembobolan institusi keuangan, misalnya, di jaman Habibie berjumlah sebesar Ro. 400 Milyar, kasus “cessie” Bank Bali. Pembobolan jaman SBY naik tajam sebesar 6,7 Triliun. Kasus Bank Century. Nah, di jaman Jokowi ini naik menjadi 13 Triliun, kasus Jiwasraya. Ditambah Asabri akan menjadi Rp. 25 Triliun. Semua ini berujunga pada sebuah skandal politik. Karena pembobolan itu terkait kekuasaan. Bahkan, Soesilo Bambang Yudhoyono menantang rezim Jokowi dan DPR membongkar keterkaitan pembobolan Jiwasraya dengan pendanaan pilpres 2019.

Ini adalah gerakan pertama FPI dalam tema strategis di luar urusan keagamaan an sich. Atau dengan kata lain, perjuangan Islam memang dikatakan strategis kalau perjuangan itu sudah masuk kepada tema2 struktural, menyangkut nasib rakyat yang dihancurkan melalui agenda kekuasaan.

Transformasi FPI

Beberapa bulan lalu ketika saya di panel dengan Rocky Gerung (RG), di acara talk show Rahma Sarita, saya kaget dengan statement RG. Katanya, dia dulu paling benci lihat FPI dan Munarman. Dulu, di mata RG, FPI hanyalah preman berjubah. Namun, RG mengatakan bahwa FPI saat ini sungguh luar biasa, karena FPI, dimata Rocky, telah mengambil peran yang sangat positif, sebagai pembela rakyat.

Beberapa hari lalu, hal senada kita lihat dalam berita yang menyajikan pandangan Rizal Ramli. Rizal sangat kagum ketika menjadi pembicara pada acara yang diadakan FPI (bersama GNPF dan Alumni 212) tentang BPJS (Badan Pelaksana Jaminan Sosial). Menurutnya, dia tidak membayangkan FPI dan kelompok2 Islam militan ini konsern pada isu strategis seperti kenaikan iuran BPJS yang menyakitkan rakyat.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.