Minggu, 05 April 2020

Korban Jiwasraya dan Skandal Megakorupsi Lain Bakal Ikut Geruduk Istana

Korban Jiwasraya dan Skandal Megakorupsi Lain Bakal Ikut Geruduk Istana

Foto: Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Ustaz Slamet Maarif menunjukkan Surat Pemberitahuan Aksi dari kepolisian.

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah ormas Islam akan menggelar aksi pada Jumat (21/2) di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi 212 itu akan mengangkat tema “Berantas Megakorupsi, Selamatkan NKRI”.

Mengusung tema yang bertujuan demi perbaikan bangsa itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Muhammad Martak mengajak para korban kasus megakorupsi Jiwasraya dan Asabri untuk bergabung dalam aksi ini. Termasuk mereka yang jadi korban skandal megakorupsi lain.

“Saudara-saudara kami yang menjadi korban megakorupsi bisa ikut turun pada aksi Jumat, 21 Februari 2020. Dengan keterlibatan para korban dalam aksi, sekaligus menjadi tekanan bagi penguasa untuk menuntaskan kasus-kasus mega korupsi,” tegasnya kepada wartawan, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/2).

Ustaz Yusuf Martak menjelaskan bahwa aksi yang digagas FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan ormas-ormas Islam lain ini merupakan bukti bahwa para tokoh umat menaruh perhatian serius pada isu-isu yang langsung menyangkut kehidupan rakyat.

“Pada skandal megakorupsi PT Asabri, misalnya, korbannya adalah anggota Polri/TNI baik yang masih aktif maupun sudah purnawirawan. Sebagian besar adalah rakyat kecil. Korupsi menjadi kejahatan luar biasa yang harus kita tumpas dengan upaya yang juga luar biasa,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua FPI Ahmad Sobri Lubis memastikan bahwa Aksi 212 akan dihadiri oleh peserta lintas agama. Ini lantaran korban skandal megakorupsi adalah lintas agama.

“Korban megakorupsi adalah rakyat Indonesia dengan berbagai agama,” kata Ustaz Sobri Lubis.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.