Rabu, 01 April 2020

Orang Buta dan Obor Kehidupan, Catatan Buat Novel Baswedan

Orang Buta dan Obor Kehidupan, Catatan Buat Novel Baswedan

Foto: Syahganda Nainggolan.

Jakarta, Swamedium.com — Saya telah bangga sebelumnya, ketika mengetahui akan di panel dengan Novel Baswedan kemarin sore dalam pengajian di sebuah daerah di pondok bambu Jakarta Timur.

Selain dikenal sebagai penegak hukum tangan besi bagi para koruptor, Novel juga berani mengambil resiko besar terhadap ke hidupnya yang selalu terancam mati. Matanya sendiri sudah disiram air keras dua tahun lalu.

Dr. Ahmad Yani, SH, ahli hukum dan bekas anggota DPR RI, dalam sebuah pertemuan kebetulan dengan Novel di sebuah bandara, beberapa waktu lalu menceritakan pada saya tentang mata Novel yang buta atau hampir buta saat itu.

Novel bertanya kepada Yani, coba tebak, mata mana saya yang masih bisa melihat? Yani melihat, lalu mengatakan mata kanan. Jawaban Yani salah. Kenapa? Jawaban yang benar adalah mata kiri yang terlihat buta, justru masih bisa sedikit melihat. Sedang mata kanan yang kelihatan normal, justru sudah buta. Di siram air keras.

Saya telah berbincang2 dengan Novel Baswedan selepas Maghrib menunggu Isya. Sekalian makan nasi Kebuli. Acara kemarin akan berlangsung habis Isya. Pertemuan itu mengupas berbagai kejahatan korupsi di negara ini. Novel, misalnya, mengingatkan hati2 Omnibus Law, nanti bisa jadi, akan lebih gampang lagi kejahatan pengurasan sumber daya alam. Untuk bayar biaya politik. Saya celetuk, “bukankah biaya politik sudah selesai dengan Jiwasraya?”

Kebanggaan saya sirna setelah Isya. Acara dimulai dengan paparan pertama dari Novel Baswedan. Setelah Novel menegaskan bahayanya korupsi di Indonesia serta tantangannya yang lebih besar saat ini, dia menutup ceramahnya dengan berkata: sesungguhnya saya harus memberitahu anda semua, tadinya mata kiri saya masih bisa melihat secara samar. Namun, mata inipun sudah buta. Saya tidak dapat lagi melihat anda semua”.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.