Rabu, 01 April 2020

Resesi dan Metafora Pemimpin ‘Pekok’ Tanpa Kepekaan

Resesi dan Metafora Pemimpin ‘Pekok’ Tanpa Kepekaan

Foto: Ilustrasi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kisah tentang tenggelamnya kapal Titanic dapat dikatakan sebagai sebuah miniatur karamnya sebuah peradaban bangsa.

Kisah Titanic dapat juga dikatakan sebagai metafora tentang kapten kapal atau pemimpin pekok yang mengabaikan early warning system (sistem peringatan dini).

Orang yang pekok itu pasti pokoke, ngeyel dan bebal. Biasanya tak bisa diberitahu. Mengidap sindrom “sok tau” yang sangat akut. Gejala orang pekok itu tampak ceroboh, sombong dan meremehkan keadaan beresiko tinggi yang sedang dihadapi.

Jika manusia pekok seperti itu menjadi pemimpin negara atau kapten kapal, maka resikonya kapal atau negara tersebut dapat bernasib naas. Akibat kecerobohannya, kapal yang dinakhodainya bisa karam dan tenggelam. Demikian juga negara yang dipimpinnya bisa menuai perang saudara akibat keputusan atau kebijakan yang dibuatnya.

Karena itu tak salah jika Mbah Suparni (80-an tahun) dari Kulonprogo menyampaikan petuah agar tidak menjadi pekok atau pokoke. Petuah Mbah Parni itu kemudian pernah viral di media sosial tahun 2017. “Wong urip neng alam donya niki janji mboten pekok, pikiran digawe encer, senajan ra duwe ya bisa nyandhang, bisa madhang, bisa netepi kelumrahan. Ning nek wong pekok kancane setan. Nek mboten pekok setan ra doyan”.

Artinya “Orang hidup di dunia ini asal tidak tolol atau ngeyel, pikiran tetap encer. Meskipun tidak punya, ya tetap bisa berpakaian, bisa makan, bisa mengikuti “kelumrahan” hidup. Namun kalau tolol atau ngeyel akan menjadi teman setan. Kalau tidak tolol atau ngeyel, setan tak berani mendekat”.

Tentang gambaran pemimpin pekok itu dapat dilihat dari sosok Destarata di dalam kisah Mahabarata. Destarata adalah maha raja Wangsa Kuru yang menjadi orang tuanya para kurawa, Duryodhono, dkk. Destarata yang digambarkan matanya buta sebetulnya adalah sebuah metafora saja tentang pemimpin pekok, ngeyel atau pokoke.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.