Saturday, 28 March 2020

Pidato Din Syamsuddin di Kongres Umat Islam Indonesia

Pidato Din Syamsuddin di Kongres Umat Islam Indonesia

Foto: Prof. M Din Syamsuddin. (PWMU)

Pangkalpinang, Swamedium.com — Pidato Din Syamsuddin di Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-7 Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rabu-Sabtu 26-29 Pebruari 2020.

Berikut isi lengkap pidato Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat berjudul “Agenda Strategis Umat Islam Membangun Indonesia Maju, Adil, Makmur, Berdaulat, dan Bermartabat”.

Bismillahirrahmanirrahim

Latar Belakang

Masalah utama yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya pertemuan sekaligus persilangan antara permasalahan bangsa dan permasalahan umat Islam. Walau antara umat dan bangsa berhimpit maka seyogyanya tidak dibedakan (bangsa adalah umat, dan umat adalah bangsa), namun dalam wacana ini dibedakan, karena ada perbedaan gatra tanggung jawab untuk penyelesaian masalah. Permasalahan bangsa merupakan resultante dari kegagalan rejim demi rejim yang berkuasa, yang tidak mengatasi masalah bawaan rejim sebelumnya, bahkan justeru membawa masalah baru, sehingga terjadi penumpukan masalah dalam bentuk kerusakan akumulatif/accummulative damages). Pada sisi lain, umat Islam sebagai pemegang saham kebangsaan mayoritas, baik sosiologis, historis, maupun kultural), tidak cukup memiliki kuasa politik dan ekonomi, baik karena dirinya sendiri maupun akibat rekayasa diri lain. Sebagai akibatnya, umat Islam kurang dapat menampilkan peran kebangsaan secara optimal, dan bangsa terhilang peluang besar dari sebuah kekuatan nasional. Masalah demikian tidak segera disadari, bahkan “politik sektarian”, yang dihantui imaginasi semu terhadap umat Islam dan hasrat untuk mengalahkannya, telah mendorong perpolitikan Indonesia melibatkan semacam Islamofobia politik yang mendorong “perang dingin” berkepanjangan di bawah permukaan.

Permasalahan serius itu adalah masalah bersama, dan merupakan tanggung jawab kolektif segenap elemen bangsa untuk menanggulanginya. Sebagai pemegang saham kebangsaan mayoritas, umat Islam perlu memperoleh nisbah secara berkeadilan. Keadilan ini, yang merupakan pengejawantahan dari Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, akan menjamin keseimbangan nasional (national equilibrium), dan pada giliran berikutnya akan meneguhkan Sila Persatuan Indonesia. Ketakadilan, seperti dalam bentuk kesenjangan ekonomi, ataupun ketimpangan politik, hanya akan memunculkan ketakseimbangan nasional (national disequilibrium) yang pada ujungnya potensial meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.