Senin, 06 Juli 2020

Gotak Gatik Regulasi Halal di Indonesia

Gotak Gatik Regulasi Halal di Indonesia

Foto: Aisha Maharani. (Dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Sejarah Sertifikasi Halal bermula dari temuan lemak babi oleh Ir. Tri Susanto M.App.Sc, lewat bulletin Canopy edisi januari tahun 1988, terbitan Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), Malang. Dalam bulletin itu memuat sejumlah produk makanan dan minuman yang terindikasi lemak babi.

Tentu saja daftar yang disebar menimbulkan kepanikan masyarakat baik kalangan konsumen (terutama muslim) dan produsen produk pangan. Sejumlah produsen mengalami penurunan omset secara drastis. PT Sanmaru Food Manufacture, produsen Indomie mengaku penjualannya turun 20-30 persen dari omset 40 juta bungkus perbulannya. Penjualan Kecap ABC melorot hingga 20 persen, dan Es Krim Campina yang sempat dikait-kaitkan dengan penelitian tersebut turun hingga 40 persen.  Produsen Biskuit Siong Hoe, PT Tri Fabig terpaksa harus gencar mengiklankan diri bila produknya tidak haram. PT Food Specialties Indonesia (FSI) terpaksa juga mengeluarkan dana iklan Rp 340 juta, jumlah yang cukup besar ketika itu.

Dalam kepanikan tersebut pemerintah tidak mengambil kebijakan secara cepat. Kemudian Majelis Ulama Indonesia melakukan pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan dalam pedoman organisasinya sebagai wadah musyawarah para ulama, para zuama (pemimpin), dan cendekiawan muslim akhirnya yang mengambil inisiatif untuk melakukan sejumlah pertemuan membahas masalah tersebut. Upaya yang dilakukan oleh MUI tidak lepas dari dorongan para intlektual muslim dan para ulama.

MUI merupakan organisasi non pemerintah tetapi karena sifatnya sebagai organisasi forum lintas ormas, keberadaannya dipandang strategis sehingga mempunyai kedekatan khusus dengan pemerintah. Dari pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan MUI ini akhirnya terbentuk Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia yang kemudian disingkat LPPOM MUI.

KIPRAH LPPOM MUI

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.