Rabu, 03 Juni 2020

Hadapi Corona dengan ‘Cengengesan’

Hadapi Corona dengan ‘Cengengesan’

Sejak Indonesia positif Covid-19, kepanikan membuat harga-harga kebutuhan naik tajam. Kepanikan ini juga dipicu karena salah kaprah pemerintah.

Jakarta, Swamedium.com — Heboh Corona, pasca positifnya 2 orang warga Depok dinyatakan terkena Covid-19 pada hari Senin (2 Maret) kemarin menjalar ke seluruh Indonesia.

Setelah ‘lompat pagar’ dari Singapura, Malaysia, Vietnam, kemudian menjangkiti Australia dan Selandia Baru, virus Corona kali ini benar-benar masuk ke Indonesia. Hampir semua media massa menjadikannya headline hingga hari ini (Rabu, 4 Maret). Virus Corona kali ini benar-benar menjadi pusat perhatian masyarakat.

Panik, tentu saja. Kepanikan yang justru kemudian disikapi dengan aksi borong (panic buying) bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari di supermarket dan pasar oleh sebagian masyarakat yang memiliki uang belanja lebih. Sementara masyarakat yang uang belanja pas-pasan hanya bisa pasrah dan berharap semoga masih ada sisa bahan makanan yang bisa dibeli oleh mereka dari pedagang, dengan harga yang normal.

Seolah negeri ini akan berubah menjadi Wuhan di beberapa hari ke depan, masyarakat yang melakukan panic buying seperti tak memikirkan nasib masyarakat yang lain, yang tak seberuntung mereka yang memiliki uang belanja lebih; yang penting keluarga saya selamat dan tercukupi. Keluarga kalian mau kelaparan atau mati karena Corona bukan urusan saya. Miris!

Sikap dan aksi seperti ini kemudian dibaca secara ‘jeli’ oleh para pedagang nakal dengan menahan barangnya agar bisa dijual dengan harga berkali-kali lipat. Kebiasaan ‘biadab’ pasar yang selalu memanfaatkan kesedihan dan ketakutan masyarakat untuk keuntungan pribadi.

Iya, kelangkaan bahan kebutuhan sehari-hari dan melambungnya harga-harga kebutuhan pokok mulai dikeluhkan oleh masyarakat di beberapa daerah hari ini. Menyusul kelangkaan masker yang lebih dulu, kemudian ‘ganti harga’ dengan kenaikan gila-gilaan. Bahkan, masker jenis tertentu, seperti N95, yang sebelumnya harga 1 box tak lebih dari Rp.100 ribu, kini dijual dengan kisaran harga di atas Rp.2 jutaan. Gila!

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.