Jumat, 03 April 2020

Ditengah Wabah Corona, 70 Orang Tiap Hari Meninggal akibat Kecelakaan di Indonesia

Ditengah Wabah Corona, 70 Orang Tiap Hari Meninggal akibat Kecelakaan di Indonesia

Foto: Salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan di Tol Cipularang. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pengumuman dua pasien positifcorona oleh Presiden Joko Widodo, menimbulkan kehebohan di sebagian kelompok masyarakat. Ada yang kemudian panik dan menyerbu toserba untuk memborong kebutuhan pokok, utamanya masker juga antiseptik. Ketakutan jelas terasa, sebab virus ini belum ditemui penangkalnya.

Tanpa bermaksud mengecilkan wabah corona, sebetulnya ada fenomena lain, yang jauh lebih berbahaya dan sudah terbukti meminta banyak korban jiwa setiap harinya di Indonesia. Fenomena itu adalah kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Seperti diungkap pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, setiap hari ada puluhan kematian di jalan raya Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas.

“Rata-rata 70-80 orang meninggal dunia di jalan raya setiap harinya karena kecelakaan lalu lintas. Mengapa hal itu tidak diributkan, tidak dicemaskan, dan tidak ditakuti? Tapi virus corona yang baru saja menjangkit ribut,” kata Djoko melalui pesan singkat, Rabu (4/3/2020).

Mengutip buku Potret Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia 2019, jumlah kecelakaan dan keparahan korban kecelakaan lalu lintas jalan pada 2018 menunjukkan bahwa setiap jam terjadi 12 kejadian kecelakaan dan menyebabkan 3-4 orang meninggal dunia. Artinya ada 1 orang meninggal dunia untuk setiap 3 kejadian kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Dan jika setiap jam ada 3-4 korban meninggal, jika dihitung satu hari (24 jam) maka ada lebih dari 70 korban meninggal dunia.

Angka kecelakaan lalu lintas tahun 2018 mencapai 139.374 orang. Jumlah terbesar korban kecelakaan lalu lintas berada di rentang usia 25-39 tahun. Namun jika diagregasikan kelompok usia terbesar yang menjadi korban kecelakaan adalah usia 15 sampai 54 tahun. Rinciannya, 72,13 % korban adalah kelompok usia 15-54 tahun. Sementara 11,68 % korban adalah berusia 0 sampai 14 tahun.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.