Kamis, 24 September 2020

Indonesia Terancam Radikalisme, Fakta atau Mitos? (Bag. 2)

Indonesia Terancam Radikalisme, Fakta atau Mitos? (Bag. 2)

Foto: Imam Shamsi Ali menjadikan Islamic Cultural Center (ICC), masjid terbesar di New York, Amerika Serikat, sebagai tempatnya berdakwah.

New York, Swamedium.com — Ada satu realita yang tidak mungkin diingkari oleh siapapun. Bahwa pada semua bangsa ada dinamika sosial dan hiruk pikuk komunal yang terjadi dari masa ke masa. Dan tidak jarang dinamika sosial itu justeru berwajah yang buruk (ugly face).

Wajah buruk dari dinamika sosial yang terjadi itu yang biasa saya sebutkan sebagai “gesekan sosial” pada bangsa-bangsa dunia. Dan saya berani mengatakan bahwa tak satu pun bangsa di dunia ini yang terjaga (immune) darinya.

Amerika yang kita kenal di mana-mana membanggakan diri sebagai “the champion of democracy” ternyata sejarahnya penuh dengan titik kelam itu. Di masa lalu kita kenal gerakan kulit hitam untuk hak-hak sipil mereka. Atau yang lebih dikenal dengan “civil rights movement” di bawah komando oleh Martin Luther Junior Jr.

Bahkan dunia Barat yang dianggap paling getol mengkampanyekan HAM di berbagai belahan dunia kini berdarah-darah dengan prilaku kelompok “White Supremacy”. Kelompok terroris Putih ini kini disejajarkan, bahkan dianggap lebih berbahaya dari ancaman Al-Qaidah bahkan ISIS.

Tapi adilkah jika kasus-kasus yang terjadi di Amerika dan di Barat secara umum itu dijadikan sebagai “trade mark” negara-negara itu? Itu tidak.

Sebagai seorang Muslim yang telah cukup lama tinggal di negara ini (US) saya berani mengatakan bahwa Amerika adalah bangsa yang toleran. Bangsa yang secara mendasar menghargai semua pemeluk agama-agama. Dan itu pula yang menjadikan Islam hingga kini menjadi agama dengan perkembangan tercepat.

Demikian sesungguhnya selayaknya kita dalam memandang Indonesia. Indonesia bukanlah bangsa yang sempurna dalam toleransi dan kerukunan. Baik itu toleransi dan kerukunan antar Umat beragama. Juga toleransi dan kerukunan dalam hubungan antar ras dan etnis di negara ini. Di sana-sini kasus-kasus gesekan sosial itu.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.