Jumat, 27 November 2020

Bupati Konawe: Tolong Kami, TKA Cina Masuk dari Segala Penjuru

Bupati Konawe: Tolong Kami, TKA Cina Masuk dari Segala Penjuru

Foto: Bupati Kabupaten Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam Rapat Koordinasi Penanganan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Mapolda Sultra, Rabu 18 Maret 2020.

Konawe, Swamedium.com —  Bupati Kabupaten Konawe, Kery Saiful Konggoasa dalam Rapat Koordinasi Penanganan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Mapolda Sultra menyampaikan bahwa dirinya sebagai bupati tidak berdaya dengan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina dan meminta kepada Gubernur Sultra Ali Mazi agar menghentikan para pekerja asing di tengah merebaknya wabah Virus Covid-19 di Indonesia.

“Pak Gubernur, saya mohon, tolong daerah kami, TKA Cina masuk dari segala penjuru,” ucapnya di hadapan Gubernur Sultra, Rabu 18 Maret 2020.

Konawe saat ini dihuni oleh 1.064 WNA asal Cina yang resmi sebagai pekerja tersebar di sejumlah tambang. Kery mengungkapkan kedatangan TKA Cina datang dari berbagai bandara di Sultra, terutama masuk melalui Bandara Haluoleo Kabupaten Konawe Selatan.

“Yang resmi saja begitu jumlahnya, Pak Gubernur, apalagi yang tidak resmi, mereka masuk dari segala penjuru, darat, laut dan udara, terutama di jeti perusahaan yang kami tidak jangkau untuk memantau. Bukan hanya ilegal, kami juga waspada mereka bawa masuk narkoba ke daerah kami. Ngeri Pak,” tuturnya.

Bupati dua periode ini juga meminta agar seluruh WNA Cina yang baru masuk dipulangkan ke negara asalnya. Andaipun tidak bisa, dirinya meminta agar mereka aktivitasnya dipantau dan diperiksa kesehatannya.

“Pak kita sudah punya Perda No 13 Tahun 2018 untuk periksa kesehatan mereka, namun mereka masa bodoh. Pak, kami juga meminta kepada TNI/Polri untuk menyisir jeti perusahaan di sana,” pinta Kery.

Kery juga meminta kepada Gubernur agar melakukan karantina terhadap WNA yang masuk ke Sultra, serta mengambil kebijakan untuk menolak WNA ke Sultra selama penyebaran virus corona masih berlangsung.

“Kalau bisa Pak, karantina mereka yang baru datang di Asrama Haji Kendari (Milik Kanwil Kementerian Agama Sultra) karena mereka di Konawe Pak tinggalnya di kos-kosan milik masyarakat. Susah Pak kalau mereka isolasi sendiri di sana. Kalau ada yang terjangkit, akan mudah tersebar itu virus,” katanya.

Sumber: Topiksultra

Related posts

36 Comments

  1. Anonim

    Jangan korbankan rakyat demi kepentingan penguasa dan pengusaha. Belajarlah dari negara lain agar tidak banyak korban berjatuhan.

    Reply
  2. Anonim

    Semua ada udang di sebalik batu…ada pejabat tinggi ang mengkoordinir di atas untuk kepentingan CV nya berdiri di merata tempat.cina tidak bodoh cina paling licik akan melakukan segala cara agar bisa lolos.itu lah kenapa cina tidak merasa takut masuk indonesia karna semua sudah di sette.inilah birokrasi indonesia

    Reply
  3. Anonim

    Tandanegara kita lemah dan disetel oleh kalangan tertentu demi keuntungan pribadi dan kelompoknya walau rakyat RI sendiri nganggur dan tak makan. Yg penting tujuan mereka memperkaya diri tercapai tanpa mikir negara ini hancur. Kita berdoa semoga nyawa orang yg merusak negeri ini dicabut Allah Swt. Amin

    Reply
  4. Anonim

    Pemerintahan Jokowi sdh jadi BUCIN alias BUDAK CINA, mengapa hrs pake TKA asal Cina, sedangkan di negri sendiri banyak sekali pengangguran.

    Reply
  5. Anonim

    Jahat…om jahat..
    Dari seorang pelacur kepada pelanggannya..
    Gubenur sampai kepala desa seperti pelanggan..padahal kami sudah melacur biar negri kami tetap meedeka..

    Reply
  6. Anonim

    Sekuat tenaga lah pak hentikan cina masuk.. Kenapa mereka yg harus di urusi dn di kasih pekerjaan,sdng pribumi bnyak yg tidak punya pekerjaan dn bahkan kelaparan.jangan biarkan pribumi kita jdi korban pak.ap kurang cukup negeri ini menderita karna virus yg mereka antar.!!

    Reply
  7. Anonim

    Harus berani bertindak tegas….gmn mau bertindak yaa…wong yg paling atas yg nyuruh tka china masuk dan hasil nya dinikmati tka china ….ngenes negri yang kita cintai ini….di tv sdh ada ko mslh tka china tp yg atas diam saja tuh……mikir sndiri deh…..carilah pemimpin yg amanah, jngan tergiur dg sogokan uang, sembako apalagi kaos…..ini akibat nya to…..

    Reply
  8. Anonim

    Coba kompak masyarakat sekitarnya gk memberikan pasilitas kontrak rumah di sana dan gubernur nya jg tegas pasti TKA cina mudah di kendalikan

    Reply
  9. Anonim

    Inilah kenapa ulama kemaren menganjurkan jangan memilih Jokowi Krn semua gelagatnya yg ingin menjual Indonesia sdh tercium tp dasar manusia yg GK py iman dikasi sembako langsung bela mati2an dan memilih presiden yg TDK mencintai negeri dan rakyatnya…skrg apa ada solusinya..???

    Reply
  10. Anonim

    Dari awal sdh memilih presiden yg salah TDK mau mendengarkan kata ulama,skrg inilah akibatnya memilih presiden antek komunis dan skrg tinggal menunggu bom waktu kt pribumi yg bergerak serempak atw China komunis yg akan menghabisi kita pribumi….

    Reply
  11. Anonim

    Yg perlu kita khawatirkan bila mereka telah memiliki kekuatan , maka sejarah seperti VOC akan terulang. Bercerminlah pada sejarah…semoga pemerintah peka.

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.