Rabu, 08 Juli 2020

Virus Cina dan Doa Habib Rizieq

Virus Cina dan Doa Habib Rizieq

Foto: Syahganda Nainggolan.

Jakarta, Swamedium.com — Trump telah mendapat kecaman berbagai pihak sejak dia mengganti nama coronavirus atau covid-19 dengan virus china (Chinese Virus). Trump pada tanggal 16/3 lalu merespon tuduhan China bahwa tentara Amerika yang meletakkan virus corona itu di Wuhan, China. Pernyataan konspiratif ini diangkat media seperti CNN. Lalu di tweeter nya Trump menggelar istilah virus China itu.

Trump menyatakan bahwa selama dia menjadi presiden Amerika, dia tidak akan menggantikan istilah virus china itu, meski dikecam. Sebab, dia tidak terima China melemparkan tuduhan ke Amerika, bukannya China merasa bertanggung jawab atas seluruh kehancuran dunia, akibat wabah yang mereka bawa.
Perang Amerika vs. China soal tanggungjawab besar atas wabah ini tidak merubah situasi buruk dimanapun termasuk di Indonesia.

Berbagai negara negara di dunia telah merana dan kewalahan mengatasi wabah virus ini. Pemerintah Belanda, misalnya, telah melakukan imunisasi paru paru bagi semua perawat, dokter dan pekerja rumah sakit. Imunisasi ini bagian dari strategi Belanda mengambil jalan “hidup bersama virus” itu. Negara2 yang kebanyakan melakukan “lockdown”, telah membelanjakan uang yang cukup besar untuk mensubsisdi daya beli masyarakatnya, selain urusan penyediaan makanan dan fasilitas kesehatan. Lockdown juga memberi konsekwensi pengerahan ratusan ribu tentara dan polisi, seperti di Prancis dan Italia.

Hidup bersama virus pada akhirnya adalah jalan akhir dari wabah ini. Strategi lockdown akan membatasi penyebaran virus, namun ketika lockdown berakhir, virus sudah diudara dan bermutasi menjadi lebih ganas. Strategi lockdown hanya bisa berguna mungkin kalau vaccine dapat lebih cepat disediakan oleh negara maju.

Jika vaccine masih setahunan lagi dapat disediakan, maka sekali lagi, manusia2 yang tidak immun akan diserang oleh virus2 itu.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.