Jumat, 03 April 2020

Klorokuin Belum Teruji Klinis untuk COVID-19

Klorokuin Belum Teruji Klinis untuk COVID-19

Foto: Obat chloroquine phosphate Foto: Joeguauk Goa via Flickr.

Jakarta, Swamedium.com — Presiden Jokowi resmi mengumumkan penggunaan klorokuin sebagai salah satu ‘obat’ untuk pasien COVID-19, penyakit yang diakibatkan oleh virus corona SARS-CoV-2. Dia menyebut bahwa pemerintah telah memesan 3 juta klorokuin sebagai upaya menyembuhkan pasien terinfeksi corona.

Selain klorokuin, pemerintah juga memesan avigan dari Jepang, yang selama ini dimanfaatkan pemerintah China untuk upaya mengobati pasien COVID-19.

Jokowi mengklaim bahwa penggunaan obat klorokuin telah dianjurkan di beberapa negara. “Obat ini sudah dicoba di satu, dua, tiga negara dan memberi kesembuhan,” kata Jokowi dalam sebuah konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3).

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menegaskan bahwa sampai sekarang ini belum ditemukan vaksin atau antivirus untuk melawan virus corona SARS-CoV-2.

Di sisi lain, pengumuman yang diberikan Jokowi bisa jadi menimbulkan kebingungan publik karena sebelumnya, penggunaan klorokuin sebagai obat COVID-19 disebut hoaks oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 15 Maret 2020.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi salah satu sosok yang mendukung penggunaan klorokuin dalam perawatan pasien COVID-19. Ia mengumumkan penggunaan tersebut pada Kamis (19/3), sembari menyebut bahwa klorokuin telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Kendati demikian, FDA sendiri mengaku mereka belum menyetujui penggunaan obat tersebut. Menurut mereka, belum ada obat apapun yang teruji sebagai obat COVID-19.

“Tidak ada terapi atau obat yang disetujui FDA untuk mengobati, menyembuhkan atau mencegah COVID-19,” kata FDA dalam situs resmi mereka. FDA menyebut, sejauh ini mereka baru hanya menyetujui beberapa perawatan yang yang dapat membantu meringankan gejala COVID-19.

Senada dengan FDA, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut bahwa klorokuin belum teruji secara klinis. Menurut WHO, penanganan pasien virus corona dan COVID-19 mestinya dibawah terapi yang telah disepakati secara etis.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.