Minggu, 07 Juni 2020

Pemuda Muhammadiyah Desak Karantina Wilayah Untuk Penanganan Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Desak Karantina Wilayah Untuk Penanganan Covid-19

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah resmi mengumumkan Penetapan Pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional, diumumkan pada Sabtu (14/03) yang lalu. Karena itu, berdasarkan UU No 24 tahun 2007 pasal 1 ayat 3, mengkategorikan pandeni Covid-19 sebagai bencana non-alam, yakni bencana yang diakibatkan oleh peristiwa yang termasuk kedalam epidemi dan wabah penyakit. Untuk itu, sebagai langkah tindak lanjut, dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melakukan koordinasi penanganan antara pusat dan daerah.

Jumlah kasus yang kian hari kian meningkat menimbulkan kekhawatiran dari semua pihak mengenai penyebaran virus Corona di Indonesia. Sampai dengan saat ini tercatat jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.414 kasus dan 122 orang diantaranya meninggal dunia. Mengantisipasi tingkat penyebarannya yang tinggi, Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk mengambil kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan didampingi kebijakan darurat sipil dalam penanganan virus corona di Indonesia (30/03/20).

Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Ali Muthohirin menanggapi rencana pemerintah tersebut dengan mendesak untuk segera melaksanakan UU no 6 tahun 2018 terkait kekarantinaan kesehatan dengan memberlakukan karantina wilayah.

“Ini karena tak cukup hanya melakukan pembatasan sosial skala besar,” ujar mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM) dalam rilisnya, Selasa (31/3).

Menurut Ali, yang dibutuhkan masyarakat Indonesia hari ini adalah kepastian dalam penanganan Covid-19, yaitu adanya alur koordinasi yang jelas dan langkah yang strategis. Pemberlakuan pembatasan sosial skala besar, lanjut dia, akan memberikan kesan bahwa negara ini tidak peduli dengan kebutuhan hidup selama pandemi ini berlangsung.

“Masyarakat hari ini butuh perlindungan kesehatan yang menyeluruh sekaligus social safety, sehingga jika di berlakukan karantina wilayah, masyarakat tidak takut kebutuhannya tidak terpenuhi, ini bisa membuat masyarakat merasa aman sekaligus menghindari kekacauan sosial lainnya,”tuturnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.