Senin, 30 November 2020

Salah Sasaran! Penggratisan Tarif Listrik 450VA dan Diskon 50% untuk 900VA

Salah Sasaran! Penggratisan Tarif Listrik 450VA dan Diskon 50% untuk 900VA

Foto: Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Upaya Presiden Jokowi menggratiskan listrik golongan 450 VA dan diskon 50% untuk 900 VA secara nasional, dengan segala plus minusnya patut diapresiasi. Namun, menurut Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI hal tersebut salah sasaran.

“Jika pertimbangannya soal dampak ekonomi Covid-19; seharusnya yang diprioritaskan adalah kelompok konsumen yang tinggal di perkotaan. Sebab faktanya merekalah yang terdampak langsung, karena tidak bisa bekerja, atau aktivitas ekonominya berhenti (UMKM), karena mayoritas bekerja dari rumah,” kata Tulus melalui keterangan tertulis yang diterima Swamedium, Selasa malam (31/3).

Karena itu, lanjut Tulus, sejatinya yang sangat membutuhkan kompensasi dan dispensasi adalah kelompok konsumen perkotaan, dan seharusnya tidak hanya kelompok 900 VA saja. Tetapi juga kelompok konsumen 1300 VA, yang juga secara ekonomi sangat terdampak. Apalagi banyak masyarakat perkotaan yang di PHK, atau potong gaji; karena perusahaannya bangkrut.

Dan faktanya, ujar Tulus, masyarakat perdesaan masih bisa bekerja seperti biasa, karena tidak terdampak secara langsung atas wabah Covid-19. Apalagi jika tidak termasuk zona merah.

Sebaliknya, lanjut Tulus, yang tinggal diperkotaan, aktivitas ekonominya nyaris lumpuh, dikarenakan stop bekerja. Jadi penggratisan listrik yang berlaku secara nasional kurang tepat sasaran. Dan kelompok 1300 VA dilanggar haknya.

“Idealnya kelompok 450 VA tidak gratis total, cukup diskon 50% saja (sama dengan 900 VA), sehingga sisanya 50 persen lagi bisa untuk mengcover/mendiskon golongan 1300 VA, khususnya yang tinggal diperkotaan,” kata Tulus.

Oleh karena itu, YLKI meminta pemerintah untuk merevisi kebijakan tersebut, dengan memberikan kompensasi/diskon pengguna listrik 1300 VA yang tinggal diperkotaan, yang terdampak langsung oleh wabah Covid-19.

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.