Jumat, 27 November 2020

Bincang AA Gym dengan UAS soal Berjamaah di Masjid Saat Wabah

Bincang AA Gym dengan UAS soal Berjamaah di Masjid Saat Wabah

Jakarta, Swamedium.com — Kepada Ustaz Abdul Somad, Aa Gym meminta pendapatnya soal polemik sholat berjamaah di masjid dengan sholat di rumah saat terjadi wabah penyakit.

“Kita ini diposisikan pada kalimat ‘meninggalkan masjid’ jadi kalimat ‘meninggalkan masjid’ itu yang melukai hati kita, padahal kita sedang berpindah dari satu sunah ke sunah yang lain. Jangan dikatakan kita tinggalkan masjid, buka begitu. Kita sedang berpindah dari sunah ketika aman dengan sunah Rasulullah ketika masa wabah,” jawab Ustaz Abdul Somad seperti dilihat Tim Hikmah detikcom di akun YouTube @Aagym Official, Selasa 31 Maret 2020.

Menurut Ustaz Abdul Somad, dalam kondisi aman tanpa wabah, memakmurkan masjid adalah sunah. Namun di saat ada wabah penyakit seperti sekarang ini, sunahnya adalah memilih keselamatan.

“Maka yang kita lakukan juga sekarang adalah sunah. Sebagaimana kata Rasulullah, ‘Larilah dari orang terkena penyakit sebagaimana engkau lari dari singa’ Jadi sekarang kita lari dari orang yang terkena penyakit ini juga sunah. Kita tidak tahu siapa yang membawa penyakit di masjid itu, bisa orang lain bisa juga kita,” kata ustaz yang akrab disapa UAS ini.

Pertanyaan Aa Gym berikutnya terkait pihak yang tetap ke masjid saat ada wabah virus corona atau COVID-19 karena hanya takut kepada Allah SWT. “Tapi ada juga yang mengatakan begini Ustaz , saya tidak takut sama Corona saya lebih takut pada Allah, maka tetaplah dia ke masjid. Ini bagaimana ustaz?,” tanya Aa Gym.

Menurut Ustaz Abdul Somad, dalam pernyataan tersebut ada unsur sombong. “Itu di satu sisi ada sombongnya. kita sebagai ahlul sunnah wal jamaah, harus ada ikhtiar, kalau tetap terjadi kita beriman kepada rukun imana keenam takdir baik dan tak buruk, tapi sebelum itu harus ada usaha atau ikhtiar dan usaha itu adalah sunah,” jawab UAS.

Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa dalam beragama harus menggunakan ilmu, bukan ikut perasaan. Sayangnya sekarang ini banyak orang beragama modalnya perasaan.

“Perasaan saya tidak enak kalau tidak ke masjid. Kalau perasaan dipakai terus, wah rasanya nggak enak ini bertayammum kalau tidak pakai wudhu. Wah gak enak nih kalau sholatnya dijamak qashar biasanya tepat waktu. Yang benar adalah beragama itu pakai ilmu bukan pakai perasaan,” kata UAS.

Sumber: Detik

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.