Rabu, 03 Juni 2020

KAMMI Ultimatum Jokowi Segera Bertindak Cepat Tangani Wabah Corona

KAMMI Ultimatum Jokowi Segera Bertindak Cepat Tangani Wabah Corona

Jakarta, Swamedium.com — Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Per-29 Maret 2020, terdapat 1.285 orang terinfeksi di Indonesia dengan jumlah kematian 114 orang atau 8,87% dari total kasus positif.

Untuk negara dengan jumlah kasus di atas seribu, case fatality rate (CFR) Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah Italia (sekitar 10% dari 80 ribu kasus). Bahkan, CFR Indonesia lebih tinggi dari Spanyol dan Iran, antara 7-8%, yang kasus terkonfirmasinya secara berturut-turut sekitar 64 ribu dan 32 ribu.

“Sementara para tenaga kesehatan telah berjibaku dan bertaruh nyawa demi menyelamatkan rakyat Indonesia meski tanpa perlindungan pasti dari pemerintah,” kata Ketua Umum PP KAMMI, Elevan Yusmanto, S.IP, melalui keterangan tertulis tertanggal 29 Maret 2020 yang diterima Swamedium, Rabu (1/4).

Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) membuat tenaga kesehatan terpaksa memakai APD seadanya, seperti jas hujan, masker sekali pakai yang dicuci agar bisa dipakai lagi, bahkan ada yang merawat pasien tanpa APD sama sekali. Imbasnya, terdapat 50 tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di Jakarta, dua di antaranya meninggal dunia. Ini menambah daftar korban dari kalangan tenaga kesehatan setelah sebelumnya beberapa dokter dan perawat meninggal dunia.

“Kasus Covid-19 yang terkonfirmasi ibarat puncak gunung es yang ukuran sebenarnya belum diketahui, sebab belum banyak tes massal yang dilakukan untuk memvalidasi jumlah korban pasti. Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kurva yang meningkat, tidak terlihat upaya serius pemerintah dalam flattening the curve atau melandaikan kurva kasus Covid-19,” papar Elevan.

Sampai dengan saat ini, lanjutnya, pemerintah belum menunjukkan langkah yang serius dan efektif dalam upaya penanganan dan langkah mitigasi terhadap Covid-19 di Indonesia.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.