Senin, 26 Oktober 2020

Saat RK dan Anies Satu Suara soal Akurasi Data Corona

Saat RK dan Anies Satu Suara soal Akurasi Data Corona

Bandung, Swamedium.com — Usai Gubernur Jakarta Anies Baswedan berbicara dengan Wakil Pesiden Maruf Amin kemarin, kini giliran Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan telekonferensi dengan Wapres, Jumat (3/4). 

Dari komunikasi keduanya dengan Maruf, ada satu benang merah yang sama yakni jumlah positif Corona Covid-19 di lapangan bisa jauh lebih besar dari data yang diungkapkan oleh pemerintah.   

Lewat sarannya ke Maruf Amin, Emil, sapaan akrab gubernur Jabar, berharap pemerintah pusat agar memperbanyak dan mempercepat tes masif kepada masyarakat. Hal itu penting untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran Covid-19 di seluruh daerah.

Ia tidak yakin dengan sejumlah provinsi yang data positifnya kecil karena memang belum ada tes cepat. “Memperbesar pengetesan ini harus menjadi strategi nomor satu hari ini, kami tidak yakin provinsi lain terlihat kecil-kecil, menurut pandangan saya mereka belum rapid tes besar-besaran, problemnya adalah alat tesnya tidak memadai, bahkan yang swab jumlahnya terbatas,”  ujarnya.

Emil mendorong perbanyak tempat mengetes PCR yang akurat, seperti yang dilakukan Korsel. Ia mencontohkan, korsel penduduknya 51 juta, dan warga yang dites mencapai 300 ribu. Sementara DKI juga kurang lebih 15 ribu dan Jabar 15 ribu.  “Kita baru mungkin di level 40 ribuan, hari ini,”  ujarnya.

“Jadi semakin kita banyak tes, semakin kita tahu virus-virus ini sedang beredar dimana saja. maka saya meyakini, sebenarnya hari ini kasus kita berlipat-lipat, tapi karena kecepatan tes tidak sebanyak kita harapkan, maka data itu datang seolah-olah sedikit,” kata Emil menambahkan.

Belum lagi keterbatasan tes Swab. Karena mereka yang positif lewat rapid test mesti mejalani tes swab untuk memastikan kasus Corona.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meyakini jumlah positif Corona jauh lebih besar dari data yang ada. Bahkan Anies melihat, dengan  kondisi penyebaran Covid-19 di Jakarta, diproyeksikan ada 8.000 orang yang berpotensi positif. Namun mereka belum mendapatkan tes atau belum keluar hasil tes Covid-19-nya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.