Rabu, 03 Juni 2020

Polda Metro Ungkap Jaringan Tembakau Gorilla di Tiga Provinsi

Polda Metro Ungkap Jaringan Tembakau Gorilla di Tiga Provinsi

Jakarta, Swamedium.com – Direktorat I DitReserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap modus baru produksi narkoba jenis tembakau gorindustri rumahan (home industry) dengan distribusi menggunakan media sosial dan transaksinya memanfaatkan mata uang virtual bitcoin.

“Operasi berlangsung antara 26-31 Maret 2020 meliputi home industry tembakau gorila jaringan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda, Jumat (3/4)

Yusri menyebut jaringan tersebut berada di Jakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Tangerang Selatan, dan Cirebon. Dia juga menjelaskan jaringan ini memanfaatkan media sosial Instagram untuk berkomunikasi. Selanjutnya transaksi jual-beli barang haram itu memanfaatkan bitcoin.

“Pengirimannya menggunakan jasa kurir seperti belanja online,” ungkapnya.

Sedangkan produk narkoba yang ditransaksikan adalah biit cannabinoid (ganja) yang dicampur dengan tembakau sehingga menghasilkan tembakau gorila.

“Pengirimannya disamarkan dengan mencampurkannya dengan paket makanan ringan,” ungkap Yusri.

Dilokasi yang sama Kasubdit I Reserse Narkoba Polda Metro AKBP Ferry Nur Abdullah mengatakan pihaknya menangkap 12 tersangka dari berbagai kota.

“Sedangkan barang nukti yang disita antara lain tujuh kg bibit cannabinoid dan 10 kg tembakau gorila siap edar,” ujar Yusri.

Lima tersangka ditangkap di sebuah apartemen di Tangerang Selatan, Banten. Maereka adalah DS, RA, AS, MI, R.

Dari penangkapan itu terungkap jaringan lebih besar di Bandung Barat dan Kabupaten Bandung dengan tersangka SP, SD, DS, R dan AH. Sedangkan di Cirebon petugas menangkap satu tersangka berinisial SP.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidananya penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar danmaksimal Rp10 miliar,” tutupnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.