Minggu, 07 Juni 2020

Din Syamsuddin Hingga Shamsi Ali Dukung Said Didu Lawan Luhut

Din Syamsuddin Hingga Shamsi Ali Dukung Said Didu Lawan Luhut

Jakarta, Swamedium.com — Dukungan terhadap mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu yang diancam bakal dipidanakan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus mengalir. Tak hanya warganet yang memberi dukungan penuh, Said Didu juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional di antaranya Din Syamsuddin.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyatakan dukungannya kepada Said Didu melalui akun Twitter pribadinya @OpiniDin, Jumat (3/4/2020).

“Said Didu akan didukung oleh rakyat, dan saya akan ikut serta,” kata Din Syamsuddin melalui akun Twitternya itu.

Din, yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyampaikan dukungannya menanggapi berita ihwal Luhut Pandjaitan akan menuntut Said Didu ke jalur hukum.

Dukungan untuk Said Didu juga datang dari Imam Shamsi Ali dari New York melalui pernyataan di akun Twitternya.

“Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi publik. Apalagi dalam sebuah tatanan demokrasi. Marah atau tersinggung ketika dikritik rakyat, menandakan anda tidak dewasa dalam demokrasi. Demokrasi membuka pintu luas mengoreksi kekuasaan. #WeAllStandWithSaidDidu,” kata Imam Shamsi Ali di akun Twitternya @ShamsiAli2, Jumat (3/4/2020).

Sebelumnya diberitakan Luhut Binsar Pandjaitan akan memidanakan Said Didu gara-gara kritik terkait penanganan wabah corona dan ngototnya pemerintah melanjutkan proyek pemindahan ibu kota baru. Said Didu juga menyebut Luhut hanya memikirkan uang.

Namun dukungan untuk Said Didu langsung muncul dari netizen. Bahkan tagar #WeAllStandWithSaidDidu hingga Jumat (3/4/2020) sore menjadi Trending Topik nomor 1 di jagat Twitter Indonesia dan juga merembet jadi trending dunia. 

Sumber: Hajinews

Related posts

3 Comments

  1. Anonim

    Indonesia kini cm julukannya saja negri hukum.prakteknya Nothing-hukum spt mata pisau&kadang masih menggunakan politik kolonial”Belah bambu”terlihat walau ditutup tutupi media

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.