Minggu, 25 Oktober 2020

PSBB Jakarta Ditetapkan, Sepeda Motor Dilarang Berboncengan

PSBB Jakarta Ditetapkan, Sepeda Motor Dilarang Berboncengan

Jakarta, Swamedium.com — DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Jumat 10 April hingga 14 hari kedepan. Atas keputusan tersebut Polisi akan melakukan tindakan tegas bagi setiap warga yang melanggar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, dengan diberlakukannya PSBB di Jakarta maka pihaknya akan membuat aturan baru bagi kendaraan roda dua untuk tidak berboncengan.

“Untuk roda dua ini tidak boleh ada berboncengan. Jelas melanggar physical distancing,” kata Nana Sudjana dalam konferensi pers disiarkan langsung melalui streaming, Rabu (8/4).

Menurut Nana, aturan larangan berboncengan terhadap roda dua itu juga berlaku bagi pekerja ojek online. Langkah itu untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 atau virus corona.

“Ini juga berlaku untuk ojek online, tapi kita masih menunggu Pergub,” ungkapnya.

Sebelumnya, DKI Jakarta resmi ditetapkan sebagai wilayah yang memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan virus corona COVID-19. Keputusan ini tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia bernomor HK.01.07/MENKES/239/2020.

Dalam pertimbangannya, Menkes Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa PSBB di DKI Jakarta dilaksanakan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek, sosial, ekonomi, dan aspek lainnya.

Menkes juga menyatakan bahwa data yang ada menunjukkan adanya peningkatan dan penyebaran kasus corona COVID-19 yang signifikan dan diiringi dengan adanya transmisi lokal di DKI Jakarta. (*/dng)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.