Rabu, 12 Agustus 2020

Bikin Geger, Vandalisme ‘Sudah Krisis Saatnya Membakar’ di Tangerang

Bikin Geger, Vandalisme ‘Sudah Krisis Saatnya Membakar’ di Tangerang

Tangerang, Swamedium.com — Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang saat ini tengah menyelidiki aksi vandalisme provokasi kerusuhan di sejumlah titik di Pasar Anyar Kota Tangerang.

Informasi yang diterima, keenam titik tulisan berbau vandalisme provokatif itu berada di jalan Kiasnawi Pasar Anyar Kelurahan Sukarasa Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.

Berikut lokasi aksi vandalisme di tengah pandemi Corona saat ini tersebut: Ruko dinding kanan Ria Busana, dinding kiri Toko Seiko Selular, belakang Ruko Telaga Jaya, tiang listrik di depan Toko Selular, dinding Toko Sinar Terang, dinding Toko Batik Solo.

Update dari Kepolisian

Telah terjadi dugaan tindak pidana berita bohong dan menghasut untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 160 KUHP dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

TKP : Pasar Anyar Jl. Kiasnawi Kel. Sukarasa Kec. Tangerang Kota Tangerang

TERSANGKA : RISKI, Cs

BUKTI :
1. Foto-foto di TKP
2. Cat Semprot merk Diton
3. 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio J warna merah No.pol: B-6566-UWA berikut Kunci dan STNK
4. rekaman CCTV

Pelaku berkumpul di Café Egaliter (TKP penangkapan) dan berencana melakukan pencoretan dengan tulisan “sudah krisis saatnya membakar” selanjutnya satu pelaku pergi dengan sepeda motor (BB no.3) untuk mencetak tulisan tersebut selanjutnya membeli Pilox dengan merk Diton. Setelah barang-barang sudah dibeli selanjutnya pada malam hari RISKI, Cs peergi ke TKP 1 (4 toko di pasar anyar Jl. Kiasnawi Kel. Sukarasa Kec. Tangerang Kota Tangerang), selanjutnya RISKI, Cs pergi mengarah ke TKP 2 (bank Pasar Lama Kantor Bank BCA

Selanjutnya RISKI, Cs pergi mengarah ke TKP 2 (bank Pasar Lama Kantor Bank BCA Jl. Kisamaun Kota Tangerang) dengan tulisan “kill the rich” serta lambing bertuliskan huruf “A”. kemudian RISKI, CS menuju TKP 3 (Jl. Kali Pasir Kota Tangerang) dan mencoret-coret dengan tulisan “mati konyol, apa mati melawan” di dinding pinggir jalan yang terlihat oleh khalayak ramai serta menuliskan “sudah krisis mari membakar” di Jalan
2.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.