Rabu, 12 Mei 2021

Urgensi Imunitas dan Makanan Halal Thayyibah pada Masa Pandemi

Urgensi Imunitas dan Makanan Halal Thayyibah pada Masa Pandemi

Foto: Pimpinan Alquran Islamic Learning Center, KH Bachtiar Nasir. (aqlnews)

Jakarta, Swamedium.com — Di antara obat dari virus covid-19 adalah imunitas atau daya tahan tubuh. Ini adalah obat dari segala obat dalam badan kita yang Allah Ta’ala berikan pada kita semua. Dalam al-Qur`an Allah berfirman:

Banner Iklan Swamedium

وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyat [51]: 21)

Pada ayat ini, al-Qur’an menggambarkan bahwa kita senantiasa bercermin pada diri sendiri. Bahwa di dalam dirimu ada banyak ayat-ayat Allah Subhanahu wata’ala. Kenapa kamu tidak melihatnya? Tentu dengan mata pengetahuan, analisis sekaligus mata pengalaman hidup.

Percayalah makan makanan yang kita makan itu adalah obat sehingga dalam pepatah Arab dikatakan bahwa “Makanan sebagai obat.” Anda bayangkan pasien yang ingin sembuh tetapi tidak makan, maka kemungkinan berat untuk sembuh. Jadi ketika kita makan sebagai obat tentu akan besar pengaruhnya bagi kesembuhan yang kita harapkan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ، فَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا، إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ} [المؤمنون: 51] وَقَالَ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} [البقرة: 172]

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih.

Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.” (HR. Muslim)

Jadi, makanlah dari makanan-makanan baik yang direzekikan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Allah itu Maha Baik dan hanya memberikan dan menerima yang terbaik. Pada saat pandemic seperti ini perhatikan makanan kita. Ingat kita tidak sedang dalam kondisi yang biasa.

Meski demikian, tidak usah takut, tapi kita harus waspada bahwa saat ini kita dalam kondisi yang sangat luar biasa. Untuk itu daya tahan tubuh kita harus ditunjang dengan makanan yang halal dan thayyib (baik) yang merupakan makanan yang sesuai dengan syariat-syariat Allah Subhanahu wata’ala. Tentu ini banyak sekali dan hanya sedikit yang diharamkan Allah SWT.

Ingat ada pendapat yang mengatakan bahwa penyebab virus ini konon akibat manusia yang sudah hilang rasa kasih sayangnya lalu menyiksa hewan dan membunuhnya tidak melalui proses Islam dengan menyebut nama Allah dan menyembelih dengan pisau yang tajam. Ada di antara mereka yang memukul kepala anjing memukul kepala kera memukul kepala babi sehingga tersiksa dan menjerit. Akhirnya, darah mereka bercampur dengan racun dan itu yang akan di konsumsi manusia kemudian dari situlah virus dan bakteri kemudian subur.

Para pembaca yang budiman! Untuk saat situasi pandemi ini kita selalu harus memikirkan makanan makanan yg halal. Insya Allah makanan yang di halalkan Allah bagi tubuh adalah halal bagi tubuh bukan benda asing bagi tubuh apalagi yg mendatangkan penyakit bagi tubuh.

Selanjutnya adalah thayyib (baik). Sekali lagi kita sedang berada dalam kondisi pandemi global. Di mana kita tidak bisa memproteksi diri sehebat apapun kita, kecuali dengan menguatkan daya tahan tubuh. Karenanya, mengonsumsi makanan makanan yg bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita ini adalah bagian daripada syari’ah.

Mulai Dari pola makan pagi, siang dan malam di pilih betul-betul makanan yang menyehatkan tubuh. Sekali lagi saya katakan: ini kondisi luar biasa. Jadikan makanan sebagai obat, dan jangan jadikan obat sebagai makanan. (*)

*Penulis: KH. Bachtiar Nasir

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita