Rabu, 03 Juni 2020

Data BPS: Impor Senjata Melonjak, Siapa Sebenarnya yang Impor?

Data BPS: Impor Senjata Melonjak, Siapa Sebenarnya yang Impor?

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di sela rapim tahunan Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020. (Tempo)

Jakarta, Swamedium.com — Menyusul data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa impor senjata dan amunisi melonjak lebih dari 7.000 persen, juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan penjelasan. Dalam laporan BPS yang dipublikasikan pada Rabu 15 April 2020, kenaikan impor senjata itu terjadi pada Maret 2020.

“Maret 2020, laporan yang saya terima, amunisi dan senjata kami beli dari Pindad,” kata Dahnil kepada Tempo, Jumat 17 April 2020. 

Karena itu, Dahnil meminta data impor senjata dan amunisi Maret 2020 ini dicek lebih jauh. Sebab, selain Kementerian Pertahanan, masih ada institusi lain yang juga memiliki kewenangan untuk pembelian senjata. “Karena yang belanja senjata ada beberapa institusi, selain TNI dan Kementerian Pertahanan,” kata juru bicara Prabowo ini.

Rabu lalu, BPS mencatat bahwa di tengah pandemi Covid-19, impor produk senjata dan amunisi serta bagiannya meningkat tajam. Sepanjang Maret 2020, nilai impor senjata mencapai US$ 187,1 juta, meroket hingga 7.384 persen jika dibandingkan Februari 2020 yang hanya US$ 2,5 juta.

Angka US$ 187,1 juta ini juga naik 8.809 persen dibandingkan Maret 2019 yang hanya US$ 2,1 juta. “Ini rutin dilakukan setiap tahun untuk pertahanan dan keamanan. Kebetulan 2020 jatuhnya Maret 2020,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers online di Jakarta Rabu 15 April 2020.

Senjata dan amunisi pun menjadi komoditas yang mengalami lonjakan impor tertinggi secara persentase. Tapi secara nilai, kenaikan impor tertinggi terjadi pada produk mesin dan perlengkapan elektronik. Impor produk mesin naik US$ 422,8 juta (month-to-month/mtm) pada Maret 2020, menjadi US$ 1,6 miliar.

Setelah mesin dan senjata, data BPS menunjukkan, tiga produk lain yang mengalami kenaikan impor tertinggi yaitu plastik dan barang dan plastik, naik US$ 161 juta (mtm) menjadi US$ 733 juta. Lalu besi dan baja, naik US$ 159,7 juta menjadi US$ 787,7 juta. Terakhir, logam mulia, perhiasan dan permata naik US$ 146,1 juta menjadi US$ 246 juta.

Pages: 1 2

Related posts

12 Comments

  1. Anonim

    Dlm satu negara ada yg pro ada yg kontra
    Yang kontra dan berorientasi ke angsaan harus bisa membeberkan, menangkal, minimal mengeliminasi effec

    Reply
  2. Anonim

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Trusterang kami mendapatkan informasi dari PEMERINTAH hanyalah fivety-fivety,baik POLEMIK masalah Ilmu POLITIK,HUKUM,EKONOMI,PSICOLOGI,DEMOGRAFI,ADN,AGAMA,KEPEMIMPINAN,SOSIOLOGI,PEMBBANGUNAN POlITIK,INTITUSIONAL BUILDING,SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL.

    Yang lain dari itu kami tidak ketahui oleh karena itu mohon maaf jika kami tidak tahu apa yg di sampaikan kpd kami kami menolak,karena kami tidak setuju bila di campuri urusan yg TDK RELEVAN dg Teori kami jadi kami anggap lah itu BOMBASTIS,itu tdk berarti bagi kami aku tidak pusing urusanmu silahkan pengaruhi sesuai profesinya karena kami berpikir SYSTEM ini yg menciptakan adalah ALLAH MAHA GURU kami yg tidak ada satu SYSTEM yg bisa menyamainya,jika POLITIK mengatakan AGAMA itu adalah CULTURE itu pandangan dari POLITIK manakala AGAMA ingin memisahkan diri dari SYSTEM POLITIK maka ini sudah KONFLIK.KESEHATAN dalam Insfrasi kami tdk ada itu urusan mereka aku belum tahu karena itu menurut profesi kesehatan ALLAH yg menyembuhkan ALLAH yg mengobati bukan Ahli Kesehatan itu hanya sub system’ makhluk ALLaH hanya DEBU-DEBUNYA ALLAH.

    Corona dan berbagai istilah itu hanyalah pengetahuan Profesi Kesehatan bukan POLITIK,karena kami tidak pernah masuk mata kuliah KESEHATAN dlm feeling saya hanya teman dari KESEHATAN mengambil informasi dari POLITIK sehingga dia tahu apa itu POLITIK,justru Kamilah yg harus mengajarkan kpd mereka biar dia TAHU APA ITU POLITIK apa itu issue politik,apa itu preimordialisme,apa itu konflik,apa itu kecemburuan sosial dll,bukan KESEHATAN yg menjadi TITIK CENTRAL itu hanya bagian sub dari system’ struktural PEMERINTAH.

    Sekian yg bisa kami sumbangkan semoga saling pengertian diantara kita sesama profesi,dan kami harfkan saling pengertiannya,jangan kita paksakan kehendak untuk menerima ilmunya,Allah yg tahu semua makhluk nya, Subhanakallahummawabihamdiqastagfirtukaantawaatu buh ilaihi Summa wassalam assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply
  3. Anonim

    Sungguh aneh barang dr luar negri msk hrsnya hanya satu lembaga yg berhak mengimpor apa lg yg di impor barang senjata, amunisi dan sejenisnya
    Satu lembaga yg benar2 kredibel dan cinta tanah air.

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.