Sabtu, 24 Oktober 2020

Derry Sulaiman Ungkap Jamaah Tabligh Kebon Jeruk Jadi Korban Fitnah

Derry Sulaiman Ungkap Jamaah Tabligh Kebon Jeruk Jadi Korban Fitnah

Jakarta, Swamedium.com — Masih ingat seratusan jamaah tabligh di yang aktif di masjid Kebon Jeruk Jakarta Barat ada tiga orang diberitakan positif corona, lalu 100 orang diisolasi dan masjid ditutup? Kemudian beredar surat permohonan sumbangan buat makan 300 orang selama isolasi 14 hari?

Itulah berita yang beredar baik di media sosial maupun televisi. Padahal fakta yang sebenarnya tidak demikian. Kabar tersebut hanyalah fitnah dan merupakan framing media yang hendak menyudutkan jamaah tabligh.

Menurut Ustadz Derry Sulaiman dalam video yang juga beredar secara terbatas, mengaku tidak tahu siapa yang menyebarkan berita bohong. Menurutnya memang benar ada petugas dengan pakaian APD datang baik-baik ke masjid dan bermaksud memeriksa jamaah tablig di masjid. Sebagai ummat Islam yang taat pada sunnah Rasul, mereka bersedia dan mentaati karena demi menghindari wabah.

Masjid pun kemudian ditutup sebagaimana anjuran pemerintah.

Tapi kemudian, ketika diketahui ada tiga jamaah dari Aceh dan Medan diketahui demam, lalu ada orang yang memfoto mobil ambulan, lalu tersebar berita bahwa tiga orang jamaah tabligh Kebon Jeruk positif corona. Berita pun makin kacau. Ada yang bilang jamaah tabligh goblog, jamaah tablig corona, jamaah tabligh sesat dan sebagainya. Langsung viral dan tak bisa dibendung, seperti bola salju,” ujar Ustad Derry.

“Ana kan shock, astaghfirullahal adziim, kenapa tiga orang ini langsung dibilang positif corona, padahal kan untuk mengetahui positif tidaknya kan kata petugas perlu waktu 3 hari. Ada pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa salah satu jamaah itu adalah seorang polisi, dan bermaksud ingin pulang. Namun dalam situasi begini, akhirnya pasrah.

Ustad Derry juga sudah konsultasi dengan AA Gym meminta nasehat. Dan dinasehati agar tetap isolasi diri 14 hari.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.