Sabtu, 11 Juli 2020

Gugatan Din Dkk Tepat, Jangan Rampok Uang Negara Lewat Perppu Corona

Gugatan Din Dkk Tepat, Jangan Rampok Uang Negara Lewat Perppu Corona

Foto: Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof Dr H. M. Din Syamsuddin.

Jakarta, Swamedium.com — Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai gugatan Perppu 1/2020 ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan sejumlah tokoh bangsa sudah tepat. Pasalnya, dalam perppu tersebut banyak pasal yang aneh.  

“Sudah benar gugatan ini dilayangkan sebagai respons terhadap Perppu yang memang ganjil,” kata dia, dikutip RMOL, Sabtu (18/4).

Menurut Dedi Kurnia Syah, sejumlah pasal dalam perppu tersebut memang berpotensi melanggar konstitusi dan prinsip negara hukum.

“Terutama terkait celah penyalahgunaan perppu sebagai ajang merugikan negara tanpa ada konsekuensi hukum,” tegasnya.

Seharusnya, kata pengamat politik dari Universitas Telkom ini, semua pihak termasuk pemerintah selaku penyelenggara negara tidak boleh ‘kebal hukum’, meskipun di tengah pandemik seperti saat ini.

“Sedarurat apapun, tanggungjawab itu harus melekat pada penyelenggara negara, dan perppu ini dibuat tanpa ada pertanggungjawaban hukum, itulah mengapa banyak tokoh lakukan gugatan,” tuturnya.

“Negara seolah memberikan akses kejahatan melalui Perppu Covid-19 ini. Tentu kondisi itu tidak bisa diterima dalam perspektif tatakelola pemerintahan yang baik,” tutup Dedi Kurnia Syah menambahkan.

Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Kedaulatan (KMPK) telah mengajukan permohonan pengujian ke MK terhadap ketentuan sejumlah pasal dalam Perppu 1/2020, Rabu (15/4). Perppu itu berisi tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemik Covid-19.

Puluhan pemohon judicial review Perppu 1/2020 berasal dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan amanat konstitusi.

Mereka antara lain adalah Prof. M. Din Syamsuddin, Prof. Sri Edi Swasono, Prof. M. Amien Rais, Marwan Batubara, M. Hatta Taliwang, KH. Agus Solachul Alam (Gus Aam), MS Kaban, Ahmad Redi, Abdullah Hehamahua, Adhie M. Massardi, Indra Wardhana, Darmayanto, Roosalina Berlian, dan sejumlah tokoh dan aktivis.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.