Minggu, 18 Oktober 2020

Terimbas Covid-19, Pekerja Dirumahkan dan Di-PHK Capai 1,9 Juta

Terimbas Covid-19, Pekerja Dirumahkan dan Di-PHK Capai 1,9 Juta

Foto. Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan, tenaga kerja dari sektor formal dan informal yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena
terimbas pandemi virus corona baru
atau Covid-19 hingga Kamis (16/4) keseluruhannya mencapai 1.943.916 orang
tenaga kerja. Data tersebut tersebar di
114.340 perusahaan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
Ida Fauziyah mengatakan, saat ini dari
keseluruhan data tersebut jumlah
pekerja yang di rumahkan lebih ban-
yak ketimbang pekerja yang di PHK.
Menurutnya pemerintah juga telah
mengeluarkan berbagai program untuk
membantu pekerja yang terkena PHK.

“Pemerintah hadir dengan memberi-
kan program awalnya itu kartu prakerja
dengan pemberian pelatihan vokasi
untuk meningkatkan kompetensi tetapi
karena adanya Covid-19 disitu juga ada
sosial savety net yang kita berikan,”
jelasnya dalam keterangan resmi.

Melalui program kartu prakerja,
pemerintah memberikan pelatihan
dan juga insentif. “Saya berharap
teman-teman yang dirumahkan atau
di PHK dapat memanfaatkan program
kartu prakerja ini,” jelasnya.

Adapun program kartu prakerja
diperuntukkan untuk sekitar 5,6 juta
peserta dengan total anggaran Rp
20 triliun. Penerima kartu prakerja
nantinya menerima manfaat sebesar
Rp 3.550.000 per orang.

Ia meminta para perusahaan meng-
gunakan pilihan PHK sebagai al-
ternatif terakhir, sebab sepanjang
masih bisa mempekerjakan karyawan
dengan cara mengurangi jam kerja,
waktu bekerjanya itu bisa dijadikan
pilihan.

Sumber: Investor Daily

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.