Senin, 06 Juli 2020

Sesal Di Awal Ramadhan

Sesal Di Awal Ramadhan

Foto: ilustrasi

Jakarta, Swamedium.com — Tahun lalu, kita mengakhiri Ramadhan dengan sedih tak rela, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Di hari-hari terakhir, terutama saat takbir menggema, rasa itu makin perihn

Rasa menyesal karena tak sungguh-sungguh di dalamnya, atau sekedar tak ingin ditinggal pergi, sudah terlanjur terbiasa, dengan keberkahan yang sudah dia hadirkan.

Diantara kita ada yang baru menyadari di akhirnya, ada yang semangat hanya diawalnya. Tapi kita semua sama-sama tak rela Ramadhan berlalu, membawa pergi segenap syahdun

Tapi dalam hati kecil saya, entah dengan anda. Saya merasa bahwa tahun depan Ramadhan akan datang kembali, dengan segala semarak, semerbak dan mubarak yang sama

Tahun ini Allah ajari, sesal itu Allah bisa ada di awal Ramadhan, tidak hanya di akhir Ramadhan

Kini kita memandangi tempat-tempat sujud yang sudah kita siapkan sejak berbulan-bulan lalu, berikut karpet pelapisnya yang sudah bersih mewangi, tapi rasa itu hampa

Wangi menusuk cat dinding, dan parfum ruangan yang membumbung mengundang. Bahkan kita teringat bandul jam yang bergoyang kiri dan kanan menemani tadarus kita

Gegasnya kita menyiapkan keluarga pasca buka bersama mereka, khawatir sajadah kita bukan terhampar di dalam Masjid tapi di batako yang berhimpit jalan

Senyum mereka yang berbuka puasa dalam perjalanan pulang, tengadah tangan dan doa mereka yang berlelah setelah kerja. Bilal yang membaca-baca doa diantara tarwih

Entah mengapa kesemua itu membuat saya lalu lirih mengucap, “Allahumma, innaka afwun.. Tuhibbul-afwa, fa’fu’anna”. Duhai Allah, engkau Maha Pemberi Maaf, Maafkan kami, bertalu-talu terulang dalam hati.

Bacaan ini harusnya ramai di 10 hari saat masjid jadi tempat tidur kita. Namun entah mengapa ini saat ini aku ingin mengawalinya bahkan sebelum Ramadhan hadir.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.