Jumat, 27 November 2020

Tidak Sesuai Data, RT dan RW Tolak Bansos Covid-19 Pemko Pekanbaru

Tidak Sesuai Data, RT dan RW Tolak Bansos Covid-19 Pemko Pekanbaru

Foto: Forum Komunikasi RT dan RW Kelurahaan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Pekanbaru menolak bansos covid-19 Pemko Pekanbaru karena jumlah yang diserahkan tidak sesuai dengan jumlah data yang diusulkan.

Pekanbaru, Swamedium.com — Sejumlah RT dan RW di Kota Pekanbaru menolak bantuan sosia (bansos) Covid-19 yang diberikan Pemko Pekanbaru. Adapun penolakan mereka, jumlah bantuan sembako yang diserahkan ke mereka tidak sesuai dengan data yang mereka berikan ke Pemko Pekanbaru.

Ketua Forum Komunikasi RT/RW Kelurahaan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Sutomo Marsudi yang didampingi Ketua LPM Abdurahman Pohan, Ketua FKPM Arman, Babinkamtibmas Bripka Febri Rosalin, Babinsa AM Tambunan, Lurah dan seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru menyebutkan penolakan tersebut dilakukan atas dasar beberapa hal:

1. Jumlah penerima bantuan yang diusulkan Ketua RT dan RW di Kelurahan Simpang Baru berjumlah 2.500-an KK. Namun data penerima yang keluar dan mendapatkan bantuan dari pemko hanya sebanyak 261 KK saja.

2. Data jumlah KK yang keluar sebanyak 261 KK se-Kelurahan Simpang Baru tersebut tidak sesuai dengan warga yang diusulkan oleh perangkat. Artinya, data yang keluar tidak tau atas dasar apa jumlah 261 KK yang diberikan pemko.

3. Jika jumlah 261 KK itu dipaksakan untuk dibagikan, maka dipastikan akan terjadi gejolak hebat di tengah masyarakat. Karena sedikit sekali yang mendapatkannya. Dan yang lebih parah lagi, tentu Ketua RT dan RW yang akan menjadi sasaran amuk warga.

“Atas dasar itulah, kami seluruh Ketua RT dan RW se-Kelurahan Simpang Baru sejak tadi malam melakukan rapat hingga tadi pagi bersama tim distribusi dari Pemko Pekanbaru yakni tim Tagana dari PT Sarana Pangan Madani (SPM) yang merupakan salah satu BUMD Pangan di Pekanbaru untuk menyatakan penolakan keras jumlah bantuan yang sangat tidak sebanding dengan jumlah KK yang kami ajukan. Lebih baik warga kami tidak dapat sama sekali, daripada akan menimbulkan gejolak hebat di tengah masyarakat,” ujar Sutomo.

Sementara itu tujuh RW di Kelurahan Tanah Datar, Kecamatan Pekanbaru Kota juga menolak bansos sembako covid-19 ini. Alasan penolakan hampir sama dengan forum komunikasi RT RW Kelurahaan Simpang Baru.

Dalam berita acara penolakan yang beredar di WhatsApp group tertulis:

Pada hari ini Minggu tanggal 26 April 2020
Kami seluruh RW dilingkungan Kelurahan Tanah Datar, Kecamatan Pekanbaru Kota, dengan ini menolak bantuan terdampak Covid-19, karena tidak sesuai dengan data yang dikirim ketua RT dan RW ke Pemerintah Kota Pekanbaru. Demikian berita acara ini kami buat dengan sebenar-benarnya, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Berita acara ini kemudian ditanda-tangani oleh Ketua RW1 hingga RW 7 yang dicap dengan stempel.

Foto: Surat penolakan Forum RW Kelurahaan Tanah Datar, Kecamatan Pekanbaru, Kota Pekanbaru.

Tanggapan Pemko Pekanbaru

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pekanbaru, Chairani, SSTP menanggapi penolakan forum RT RW itu menyebutkan, untuk banso covid-19, Pemko Pekanbaru hanya mengalokasikan untuk 15.000 KK. Kenyataan data yang masuk dari seluruh kelurahaan ada 132.000 KK. Karena membengkaknya data itu, Pemko memilih kepala keluarga yang paling berhak menerima bansos itu.

“Pendistribusian sembako ke masyarakat dilakukan skala priorotas setelah hasil verifikasi dan validasi data dari RT/RW, kelurahan dan kecamatan secara berjenjang yang masuk ke Dinsos. Mengapa dianggap sangat kurang oleh warga, karena data dari RT/RW yang masuk ke Dinsos (di luar data PKH dan BPNT dari Kemesos-red) atau khususnya untuk warga terdampak covid-19 ini membengkak,” katanya seperti dikutip suluhriau.

Menurut Chairani, data yang masuk mencapai lebih dari 132 ribuan, maka dari hasil rapat Forkopinda Pekanbaru, melalui tim gugus juga, data ini diminta diverifikasi dan divalidasi, sesuai klaster atau klasfikasi kondisi ekonomi warga yang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Dari hasil validasi ada sebanyak 15.620 orang yang terdampak covid ini bakal diberikan bantuan paket sembako yang isinya antara lain berupa beras, minyak goreng, sardin, telur dan mie instan.

“Kita menetapkan penerima prioritas utama itu warga dengan penghasilan perkapita Rp500.000 atau penghasilan Rp2 juta per bulan,” kata Chairani lagi.

Hingga saat ini baru 47 keluarhan dari 83 kelurahan yang masuk data dari 12 kecamatan yang ada. Dan pendistribusian sembako sudah dimulai sejak kemarin, dan sudah ada 15 kelurahan dari 12 kecamatan yang ada disalurkan sembako tersebut kepada warga.

“Kalau memang pihak RT/RW Kelurahan Simpang Baru tidak mau menerima bantuan itu, Dinsos Balik Kanan, namun tolong buatkan berita acara terkait penolakan ini secara tertulis, sehingga dinsos bisa bertanggungjawab atas kerja dilakukan,” katanya.

Sembako yang tidak diterima warga tersebut nantinya akan disalurkan ke warga lain sesuai data yang sudah valid.

“Ya, yang akan dapat utama itu, seperti mereka saat ini sama sekali tidak punya penghasilan, seperti mereka bekerja harian, yang sebelum covid ini penghasilannya juga tidak memadai, kemudian mereka yang ODP, PDP, sektor UMKM yang terdampak. Pokoknya betul-betul warga yang sangat susah saat ini. Artinya buka warga yang mengklaim dirinya susah,” pungkasnya. (*/dr)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.