Minggu, 29 November 2020

Kompak, Gubernur dan DPRD Sultra Tolak Kedatangan 500 TKA China

Kompak, Gubernur dan DPRD Sultra Tolak Kedatangan 500 TKA China

Foto: Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi.

Kendari, Swamedium.com — Ditengah wabah virus corona, sebanyak 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok bakal didatangkan di Sulawei Tenggara. Mereka akan mendarat di Bandara Halu Oleo Kendari dalam waktu dekat ini. Mereka akan menuju Konawe untuk bekerja di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

Hal tersebut langsung disikapi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra). Secara tegas wakil rakyat tersebut menolak ratusan TKA itu. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Sultra Muh. Endang. Ia menegaskan telah mendapat informasi tersebut dan langsung mengambil sikap penolakan.

“Kami Pimpinan DPRD Sultra bulat menolak dan insha Allah akan menyampaikannya dalam bentuk tertulis kepada Bapak Presiden karena waktunya tidak tepat,” tegas Endang. Menurut dia, kedatangan TKA ini bertentangan dengan suasana kebatinan masyarakat serta tekad daerah yang kuat untuk seminimal mungkin berinteraksi dengan masyarakat Luar Negeri selama masa perang melawan pandemi Corona.

Untuk itu, sikap yang sama juga akan diambil oleh 8 Fraksi yang ada di DPRD Sultra. “Pernyataan penolakkan juga sudah kami sampaikan kepada Bapak Gubernur saat rapat penanganan Covid-19 di Sultra Senin 27 April 2020 di Rujab Gubenur Sultra. Dan Alhamdulillah Gubernur mempunyai pendapat dan sikap yang sama,” tutupnya.

Gubernur Juga Menolak

Saat ditemui awak media, Gubernur Ali Mazi membenarkan rencana kedatangan TKA asal Tiongkok. Namun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat itu ditolak oleh Gubernur Sulawesi Tenggara. Menurut Gubernur Ali Mazi, penolakan itu karena bertentangan dengan suasana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

“Kita sudah bicarakan bersama Forkopimda, DPRD, Danrem, Kapolda dan Imigrasi. Kesimpulannya kita keberatan atas kebijakan pemerintah pusat yang akan memasukkan 500 TKA asal Cina,” tegas Ali Mazi kepada awak media, Selasa (28/4/2020).

Ali Mazi menegaskan, walaupun TKA yang akan datang telah dilengkapi surat yang resmi, tetapi Pemerintah Provinsi Sultra tetap akan menolak.

“Yang lalu 49 orang saja kita sudah babak belur. Suasana kebatinan masyarakat menghadapi COVID-19 tidak tepat dengan memasukkan TKA asal Cina,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Gubernur Ali Mazi Menyampaikan jika ia telah mengundang pihak Virtue Dragon agar menunda sementara waktu keinginannya tersebut. Nanti setelah wabah ini berakhir, baru akan dibicarakan kembali.

Sumber: kendaripos
Telisik

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.