Senin, 23 November 2020

Petugas TPU Pondok Rangon: Pemakaman dengan Protap Covid-19 Sudah Menurun

Petugas TPU Pondok Rangon: Pemakaman dengan Protap Covid-19 Sudah Menurun

Foto: Petugas pemakaman menggali liang kubur untuk jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Ahad (26/4/2020). (Republika)

Jakarta, Swamedium.com — Petugas TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Jayadi bercerita mengenai perkembangan situasi pemakaman dengan prosedur tetap (protap) COVID-19. Menurut dia, sudah dua pekan ini jumlah pemakaman jenazah dengan protap Corona menurun. 

Hal itu, disampaikan Jayadi saat berbincang dengan Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Fery Farhati. Ferry, merekam video pembicaraan mereka dalam siaran langsung akun Instagram-nya, Selasa (27/4/2020).

Awalnya, Jayadi bercerita terjadi peningkatan jumlah pemakaman saat wabah Corona. Peningkatan itu dua kali lipat di TPU Pondok Ranggon.

“Peningkatan pelayanan luar biasa. Sehari, reguler hanya 15, 17 (pemakaman). Ada COVID ini, sehari, awal-awal bisa 29 sampai 30 per hari untuk COVID, belum yang reguler,” kata Jayadi.

Lalu, dia merasa dua pekan terakhir, pemakaman dengan protap Corona sudah menurun. Menurutnya, ada efek dari diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

“Dua minggu ini sudah menurun. Biasanya di atas 25, sekarang menurun 12, 17, 20 paling banyak. Inilah sebab diadakan PSBB, sudah 18 hari berjalan, semakin berkurang untuk korban COVID dimakamkan,” ucap Jayadi.

Diketahui, pemakaman dengan protap Corona tidak hanya diberlakukan untuk korban kasus positif, tapi juga untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang menunggu hasil tes keluar. 

Dilihat dari data di situs resmi pemprov DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, sampai dengan 24 April 2020, sudah ada 1.666 jenazah dimakamkan dengan protap Corona.

Proses pemakaman tidak kenal waktu. Terkadang, setelah Jayadi lepas bertugas, dia harus kembali ke TPU karena temannya meminta bantuan. 

“Kadang pulang jam 17.00 WIB, sudah mandi, salat, di telepon sama teman di lapangan, ada satu lagi (yang perlu dimakamkan). Ya terpaksa ke sana. Datang jam 20.00 WIB harus langsung kita makamkan,” kata Jayadi.

Selain itu, dia mengaku, tidak semua keluarga almarhum bisa menerima proses pemakaman dengan protap Corona. Namun, jika dari rumah sakit sudah menjalankan protap Corona, maka di pemakaman pun harus dijalankan protap tersebut.

“Secara pemakaman dimasukkan ke peti, bungkus plastik atau tidak? Kalau dimasukkan ke peti kemudian di-wrapping maka pemakaman harus COVID, pisahkan dengan yang biasa,” kata Jayadi.

Sumber: Detik

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.