Jumat, 27 November 2020

Bukan Dilonggarkan, Penerapan PSBB Harus Tegas dan Diperketat

Bukan Dilonggarkan, Penerapan PSBB Harus Tegas dan Diperketat

Foto: Denni Risman.

Pekanbaru, Swamedium.com — Saya memang tak habis pikir cara pemerintah pusat menangani pandemi virus covid-19 ini. Lockdown atau karantina wilayah ndak mau, tapi daerah di suruh laksanakan PSBB.

Saat PSBB sudah dilakukan di sejumlah daerah, dan mulai menampakan hasil-tracing lokal pd kluster- bisa difokuskan, eh muncul wacana relaksasi agar roda ekonomi berputar.

Larangan mudik atau pulang kampung yang selama ini diterapkan, sekarang muncul lagi kebijakan baru mudik/pulkam boleh dengan syarat ketentuan. Apa dia nggak tahu di negara +62 ini syarat dan ketentuan itu bisa dibeli?

Lalu ada pula muncul istilah baru di Sumbar, PSBB jilid dua diterapkan di provinsi ini dengan melonggarkan aturan di daerah yang zero kasus. Apa pengambil kebijakan tidak tahu, bahwa pergerakan orang masih tinggi antar kota dalam provinsi. Bukankah yang diperketat hanya untuk pendatang dari luar provinsi, sementara antar kota atau antar wilayah dalam provinsi ini masih bebas. Berpatokan pada cek suhu tidak bisa lagi jadi pedoman saat ini.

Sekarang kita lihat kondisi yang terjadi saat ini. Di Padang, Kecamatan Bungkus Teluk Kabung yang zero selama ini, akhirnya ditemukan juga seorang warganya positif. Hasil tracing, karena warga yang tinggal di Bungkus Barat itu kerja di pusat kota.

Lalu Kabupaten Solok Selatan yang juga zero sejak awal hingga PSBB jilid satu akan berakhir, akhirnya kena juga.

Dari dua kasus ini, mestinya tidak ada istilah lain menerapkan PSBB secara ketat dan tegas. Yang melanggar, pidana sesuai aturan sangsi di PSBB.

Belajarlah pada DKI atau Jabar dalam PSBB. Jabar malah unik, berawal penerapan hanya di Bekasi dan Depok, lalu berlanjut pada daerah Bandung Raya, sekarang Gubernurnya menerapkan PSBB skala provinsi. Penerapan skala provinsi ini agar tuntas penanganannya, bukan soal tirani minoritas dan mayoritas. (*)

*Penulis: Denni Risman

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.