Sabtu, 24 Oktober 2020

Viral, Video Pria Protes Suara Tadarus di Medan

Viral, Video Pria Protes Suara Tadarus di Medan

Foto: Tangkapan layar Youtube.

Medan, Swamedium.com — Video seorang pria yang diduga memprotes suara keras dari kegiatan tadarus saat malam hari di masjid Medan viral di media sosial. 

Dalam video yang tayang Rabu (6/5/2020) tersebut, seorang pria tampak berdebat dengan sejumlah orang di area masjid. Pria tersebut terdengar diteriaki oleh orang-orang lainnya. Mereka menilai pria itu melarang tadarus Al-Qur’an di masjid. Diduga, peristiwa itu terjadi di salah satu masjid Jalan Bilal. 

“Macam mana, bapak melarang orang ini. Agama Islam bapak apa,” kata pria dalam video tersebut.

Warga tampak mengancam pria yang memprotes tadarus secara pidana.

“Ini nanti saya bawa ke ranah hukum,” ujar warga dalam video itu.

Pria tersebut lalu membalas argumen warga. “Bawalah-bawalah,” kata pria tersebut.

Warga lalu meneriaki pria tersebut. “Bapak lucu, orang tadarus disuruh berhenti,”.

Pria yang diduga memprotes pengeras suara itu mengaku tidak melarang orang tadarus namun meminta suaranya tidak terlalu keras. “Bukan disuruh berhenti, suaranya jangan kuat kali,” jawabnya.

Camat Medan Timur Ody Batubara menyebutkan persoalan tersebut sudah selesai.”Semalam, lagian sudah selesai itu. Sudah minta maaf bapak itu karena kebetulan sudah tua, agak terganggu tidurnya alasannya. Dia juga katanya salah satu yang ikut membantu masjid itu,” ujar Ody, seperti dikutip detikcom.

Dia mengatakan aparat kecamatan hingga kelurahan dibantu sejumlah ormas sudah memediasi para pihak yang terlibat perdebatan. Dia mengatakan peristiwa perdebatan akibat pengeras suara di masjid itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

“Malam, jam 10. Setelah salat Tarawih, tadarus. Di malam itu juga di mediasi,” tuturnya.

Sementara itu Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Utara mengimbau agar tadarus saat malam hari tak perlu menggunakan pengeras suara yang terdengar hingga ke luar.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.