Jumat, 03 Juli 2020

Ancaman Karhutla Dibalik Program Cetak Sawah Jokowi

Ancaman Karhutla Dibalik Program Cetak Sawah Jokowi

Foto: Presiden Jokowi sedang melihat-lihat kebakaran hutan. (Detikcom)

Jakarta, Swamedium.com — Program cetak sawah baru ribuan hektare di area gambut yang direncanakan Presiden Joko Widodo justru akan menimbulkan masalah baru. Program cetak sawah itu dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Program cetak sawah yang digadang untuk mengantisipasi krisis pangan dan kekeringan itu juga dinilai tak efektif. Bahkan, berisiko tinggi karena ancaman gagal panen. Kementerian pertanian menyebutkan saat ini sedang menyiapkan tambahan lahan baru seluas 400 ribu hektare di lahan gambut dan 200 ribu hektare di lahan kering. Nantinya lahan itu akan ditanami beragama tanaman, termasuk padi.

Kepala Tim Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rusmadya Maharudin mengkritik rencana cetak sawah itu, karena menurutnya akan merusak ekosistem di lahan gambut. Padahal selama ini lahan gambut sangat penting untuk membantu pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Dengan policy melakukan pencetakan sawah baru di gambut, otomatis ini akan kita nilai berimplikasi lagi terhadap kerusakan gambut,” ujar Rusmadya, Rabu (6/5).

Ia khawatir langkah mencetak sawah baru di atas lahan gambut justru bakal mengganggu fokus pemerintah merestorasi gambut. Pasalnya untuk membangun sawah harus dibangun kanal-kanal yang bisa berpotensi membuat gambut kering.

Berkaca pada tahun 2019, 1.649.258 hektare lahan terbakar. Rusmadya mengatakan karhutla seluas itu tidak mungkin terjadi jika upaya restorasi gambut tahun lalu sudah maksimal. Ia menilai pemerintah seharusnya belajar dari situasi tahun lalu, dan fokus menghindari kekeringan pada gambut.

Pihaknya menginginkan pemerintah membuat kebijakan yang satu arah dalam rangka mengantisipasi karhutla tahun ini. Menurutnya kebijakan membangun sawah dan upaya membasahi gambut dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) justru bertolak belakang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan membuat hujan buatan di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan bulan ini, Mei 2020.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.