Jumat, 27 November 2020

Perang Badar, Kisah Tak Terlupakan di Bulan Ramadhan

Perang Badar, Kisah Tak Terlupakan di Bulan Ramadhan

Foto: ilustrasi Perang Badar. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kala itu sebuah peristiwa besar terjadi bertepatan dengan tahun kedua bulan hijriah, yakni tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa yang menggetarkan seluruh umat muslim di muka bumi. Sebab ini merupakan perang yang menandai sebuah awal kejayaan bagi kaum muslimin.

Perang itu adalah Perang Badar atau bisa disebt Ghazwah Badr al-Kubra. Melalui perang ini Allah menunjukan kekuasaannya yang tak tertandingi, Allah memuliakan islam, meninggikan menaranya dan memusnahkan setiap berhala yang ada.

Sungguh tidak imbangnya pertempuran dalam Perang Badar ini. Dimana tetara islam yang hanya berjumlah 313 orang melawan lebih dari 1000 prajurit Quraisy bersenjata lengkap.

Bermula ketika pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal berhenti di salah satu sisi lembah Badar. Sedangkan Rasulullah yang memimpin 313 tentara Islam bersama dengan Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib juga berhenti di sisi Sumur Badar.

Hari itu 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah bertepatan pada Kamis malam Jumat kedua pasukan itu siap bertempur. Pasukan Quraisy bermaksud mengepung Madinah yang menjadi basis perjuangan Islam kala itu. 

Pengepungan dilakukan dengan mengirim pasukan yang disamarkan sebagai rombongan dagang yang berangkat ke Negeri Syam. Hal ini dilakukan Abu Jahal agar Madinah terisolir dan umat Islam akan meminta bantuan ke Mekah.

Namun rencana jahat itu sudah tercium oleh kaum muslimin di Madinah. Bersegeralah Rasulullah SAW bersama dengan pasukan tentara Islam menghadang rombongan dagang Quraisy.

Pada Jumat pagi setelah turun hujan terjadilah perang tak seimbang antara dua pasukan. Tentara Islam hanya mengandalkan 313 prajurit dengan 8 senjata pedang, 70 unta dan 2 ekor kuda. Melawan Tentara Quraisy yang berjumlah lebih dari 1000 prajurit dengan 600 pedang, 300 ekor kuda dan 700 ekor unta. 

Rasulullah denga segala upaya atas keterbatasan pasukan sigap mengatur posisi tentara Islam secara detail. Tak ada satupun yang melanggar instruksi Rasulullah. Kemudian Rasul ditemani Abu Bakar Ash Shidiq di dalam tenda tak henti-hentinya berdoa kepada Allah memohon pertolongan dan perlindungan.

Sebab Rasulullah sadar bahwa jika hanya mengandalkan kekuatan tentara Islam akan sulit memenangkan Perang Badar. Segeralah Rasulullah memanjatkan doanya,

“Ya Allah! Kaum Quraisy telah datang dengan pasukan dan segala kecongkakannya. Mereka datang untuk memerangi-Mu dan mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, jika golongan ini (kaum Muslim) binasa, maka Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini. Ya Allah, laksanakanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, kami mohon pertolongan-Mu,” doa Rasullah memohon pertolongan Allah SWT seperti dikutip dari Sirah Nabawiyah karya Abdul Hasan ‘Ali al Hasani an-Nadwi.

Selesai berdoa, Rasulullah dan Abu Bakar keluar dari tenda. Rasulullah memberi semangat kepada tentara Islam agar berperang dengan penuh semangat. “Majulah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi,” sabda Rasulullah kepada para pasukan.

Allah menunjukan kekuasaannya pada perang ini. Meskipun terlihat kalah dari segi kekuatan, nyatanya pasukan tentara Islam Berhasil memenangkan Perang Badar melawan tentara Abu Jahal. Tercatat 70 tentara Quraisy tewas dan 70 lainnya ditahan tentara Islam.

Namun meski begitu, ada prajurit dari pihak Islam yang gugur sebagai Syuhada, 6 dari golongan Muhajirin dan 8 dari Anshar. Tentu kemenangan ini sangat menggetarkan musuh-musuh kaum Muslimin. Dimana Allah lah yang langsung ikut campur tanggan dengan kuasa-Nya menggapai kemenangan dan kejayaan Islam, melalui Rasulullah dan para tentara Islam.

Sumber: Umma

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.