Minggu, 22 November 2020

Berburu di Kebun Binatang

Berburu di Kebun Binatang

Jakarta, Swamedium.com — Apa yang kita fahami ketika membaca data “Kasus positif Covid di Indonesia sampai hari ini adalah 16.496 orang”? Apa ini berarti bahwa hanya 16.496 orang Indonesia yang positif Covid?

Bukan, data itu hanya memberi tahu kita bahwa di antara orang Indonesia yang sudah dites yaitu 132.000 orang, ada total 16.496 orang yang terdeteksi ada virus Covid dalam tubuhnya.

Jadi bukan dari seluruh orang Indonesia, tapi dari orang Indonesia yang sudah dites. Padahal jumlah yang sudah dites ini sedikit sekali yaitu hanya 132.000 orang. Bandingkan dengan penduduk Indonesia yang 270 juta, penduduk Jawa Barat yang 50 juta, penduduk DKI yang 12 juta, penduduk Kota Bandung yang 2.8 juta dst.

Jika berandai 132.000 orang yang sudah dites ini seluruhnya penduduk Jawa Barat, berarti ada 49.868.000 orang di Jawa Barat yang belum dites. Di antara 49 juta lebih orang Jawa Barat yang belum dites ini, berapa orang yang positif Covid? Tidak ada yang tahu.

Jadi, virus yang berhasil dideteksi hanyalah virus-virus yang ‘diantarkan’ oleh orang-orang yang datang ke Rumah Sakit untuk dites. Virus yang tidak diantarkan ke Rumah Sakit bagaimana?

Ini seperti berburu harimau di kebun binatang, padahal harimau yang lepas di luar kebun binatang bisa jadi lebih banyak lagi.

Bagaimana jika kita memakai pendekatan lain misalnya data pemakaman. Menurut data Pemerintah Provinsi DKI, bulan Maret dan April ada lonjakan 5.000 pemakaman dibanding rata-rata bulan-bulan sebelumnya. Berarti patut diduga 5.000 orang ini meninggal karena Covid.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200501194951-4-155753/di-tengah-corona-jumlah-pemakaman-di-dki-jakarta-melonjak

Dengan asumsi tingkat kematian akibat Covid di Jakarta itu 10% ( https://news.detik.com/berita/d-4962515/anies-tingkat-kematian-pasien-corona-di-dki-10-persen-sangat-mengkhawatirkan ) dan dengan data ada 5.000 orang meninggal ini, maka patut diduga ada 50.000 orang positif Covid di Jakarta. Bandingkan dengan laporan Pemprov DKI bahwa hanya 5.000-an orang yang positif.

Kita tidak bisa mengetahui data sesungguhnya kecuali kita melakukan tes pada semua orang, minimal di daerah-daerah yang paling parah infeksinya. Dari data yang sudah dites, 40% kasus nasional ada di Jakarta, 50% kasus di Jawa Timur ada di Surabaya, 50% kasus di Sumatera Barat ada di Padang. Fokus dulu mengetes semua orang di daerah-daerah merah ini, kemungkinannya 80-90% kasus nasional ada di daerah-daerah ini kok.

Biayanya bagaimana untuk mengetes semua orang? Cek gambar terakhir. Dananya ada kok, tinggal ambil dari salah satu pos tersebut.
Kalau sudah dites maka kita tahu mana orang-orang yang positif dan mana yang negatif.
Orang-orang yang positif dikarantina, yang negatif hidup normal kembali. Sehingga rencana-rencana pengeluaran lainnya di gambar terakhir tidak perlu lagi karena orang yang negatif dengan percaya diri menjalankan kehidupan normal kembali. Tidak takut masuk kerja, tidak takut menyekolahkan anaknya, tidak takut naik ojol, tidak takut pergi cukur, tidak takut ke mall.
Kenapa? karena kita tahu bahwa diri kita dan orang-orang yang kita temui negatif Covid. Kan sudah dites semua.

Maka, berhenti berburu di kebun binatang. (*)

*Penulis: Hafidz Ary Nurhadi

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.