Sabtu, 28 November 2020

Covid-19 Masih Ada, Pikir Lagi Jika Ingin Buka Masjid

Covid-19 Masih Ada, Pikir Lagi Jika Ingin Buka Masjid

Foto: Denni Risman.

Pekanbaru, Swamedium.com — Setelah dua bulan lebih berlalu sejak awal kasus covid pertama diumumkan Presiden, belum terlihat tanda-tanda pandemi Covid-19 menurun. Malah yang terjadi sebaliknya.

Sekarang mulai muncul desakan di kalangan kecil umat Islam kepada pemerintah untuk membuka (membolehkan) aktifitas masjid, shalat berjamaah. Mereka membandingkan dengan masih bukanya pasar, mal dan sekarang ditambah dibolehkannya semua moda transportasi untuk membawa orang lintas provinsi.

Bagi saya, dari banyaknya kasus dan munculnya istilah cluster baru, saya tak akan ikut-ikutan dengan ide konyol ditengah pandemi. Sampai sekarang, saya tetap patuh dan ikut Fatwa MUI Pusat dan ditambah lagi himbauan para ulama dan Tuan Guru UAS. Saya yakin, para ulama ini ingin menjaga keselamatan umat. Seperti kata Tuan Guru UAS, keselamatan umat lebih penting dari mengambil manfaat shalat berjamaah di tengah wabah. Dalilnya jelas dan shahih.

Tak terbayang jika tidak ada Fatwa MUI ini, maka akan banyak berita muncul di media, ditemukan jamaah masjid anu terpapar Covid-19, atau masjid anu dipasang police line karena jadi cluster. Naudzubillah.

Jadi jika masih ada yang ‘mada’ untuk tetap melakukan shalat berjamaah, silahkan saja. Dan bersiap saja seperti kasus di masjid al Hijriyah Dadok Tunggal Hitam, Padang.

Untuk diketahui, hampir seluruh kota besar di Indonesia sudah masuk dalam kategori kota transmisi lokal. Artinya, penyebar virus sudah berada di dalam kota. Sementara mutasi virus tidak bisa lagi bisa di deteksi secara kasat mata, batuk, bersin, demam atau suhu tubuh, pembawa virus bisa saja Orang Tanpa Gejala (OTG). Masalah inkubasi pun ikut berubah, dari 14 hari menjadi 28 hari. Malah dari beberapa kasus, pada hari ke 30 setelah pulang dari daerah terjangkit, dia dinyatakan positif.

Jadi dari kejadian di atas berpikir lagi lah untuk meminta pemerintah membuka masjid. Mari dijaga nikmat sehat yang diberikan Allah SWT saat ini. Kita putus rantai penyebaran dengan tidak ikut berkerumun. Soal Mal, Pasar dibuka, pilihan sama kita, ke masjid saja kita dilarang, terus kita tetap pergi pula di tempat kerumunan.

Salam damai Corona. (*)

*Penulis: Denni Risman

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.