Selasa, 24 November 2020

Jokowi ‘Pancen Oye’ !

Jokowi ‘Pancen Oye’ !

Jakarta, Swamedium.com — Jokowi memang luar biasa ..!!, dalam sejarah pemerintahan Indonesia, baru di era Jokowi ini lembaga perwakilan rakyat dibiarkan tetap ada kelembagaannya, namun dipreteli atau diamputasi habis fungsinya.

Hebatnya lagi .., tidak seperti Soekarno yang membubarkan konstituante lewat dekrit presiden pada 5 juli 1959 lalu membubarkan DPR pada 4 juni 1960, praktek amputasi fungsi DPR kali ini justru bukan lewat tangan Jokowi, namun dilakukan oleh DPR sendiri lewat pengesahan Perppu nomor 1 tahun 2020 (Perppu Covid).

Apa yang terjadi dengan Perppu ini ?
Yang terjadi adalah fungsi DPR sebagai lembaga yang mengesahkan anggaran, melegislasi undang-undang dan pengawasan telah dikebiri.

Artinya apa ?
Artinya dengan Perppu Covid ini, eksekutif dibawah kekuasaan Presiden dapat bebas menentukan peruntukan anggaran, menggunakan anggaran sesuai keinginan tanpa memerlukan lagi persetujuan dan pengawasan DPR.

Bagaimana dengan BPK ?
Hahaha .. jangankan BPK yang oleh Ahok di maki-maki sebagai “Lembaga Ngaco” ..
Polisi, Kejaksaan dan bahkan KPK sendiri pun dibikin tak berkutik dengan Perppu ini.

Dengan sah-nya Perppu Covid ini, kekuasaan lembaga penegak hukum bukan lagi tumpul, tapi mandul semandul-mandulnya dalam melahirkan perkara korupsi bila terjadi penyimpangan penggunaan anggaran.

Pejabat eksekutif pengguna anggaran tidak lagi dapat dituntut atau digugat secara pidana maupun perdata, karena pasal dalam Perppu ini sudah menentukan tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana jika dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Itikad baik ..? Apa maksudnya ..? Nge-prank lagi ..??

Di tengah rakyat menjerit karena untuk makan hari-hari saja susah karena tidak bisa bekerja, BPJS malah dinaikan kok, DI MANA LETAK ITIKAD BAIK PEMERINTAH PADA RAKYATX ..??

Dengan ada pengawasan dan kontrol “KPK Jujur” saja, itikad baiknya sangat diragukan, apalagi dengan “KPK Lentur” plus tanpa pengawasan dan kontrol, terus rakyat disuruh percaya ada itikad baik .. ?? emoh..!!.

Dengan Perppu Covid, rasanya kekuasaan Presiden dalam menentukan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) sudah mirip dengan Raja dalam sistem pemerintahan Monarki ..

Bagaimana tidak ? Dengan Perppu Covid (Pasal 12 ayat 2), APBN cukup diatur dengan Peraturan Presiden (Perpres), asyik banget kan coy ..??

Nggak cukup sampai disitu .. pemerintah juga bisa langsung menyusunnya selama 3 tahun ke depan, wuuihhh.. apa nggak kereeen tuh ..???
( eh.., sebentar…, kok 3 tahun ..??🤔 .. kenapa harus 3 tahun yaa ..??🤔, perasaan jadi ingat sesuatu.., 3 tahun lagi kan tahun 2023..🤔, ada apa ya di tahun 2023-2024 itu …??🤔 )

End closing-nya guys .., setelah bebas puas salto, guling-guling dan koprol jumpalitan sana-sini dengan keuangan negara, Perppu Covid menyatakan bahwa biaya yang telah dikeluarkan Pemerintah dan/atau lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) seperti kebijakan dibidang perpajakan, kebijakan keuangan daerah, kebijakan pembiayaan, kebijakan stabilitas sistem keuangan, dan program pemulihan ekonomi nasional, merupakan bagian dari biaya ekonomi untuk penyelamatan perekonomian dari krisis dan BUKAN merupakan kerugian negara.

Artinya, apapun kelak yang terjadi dengan keuangan negara, jika digunakan sa’karep udele penguasa tetap saja bukan merupakan OBJEK GUGATAN ..!!

Cakeeeeppp …!!, kelar idup lo guys .. cukup jadi rakyat hamba sahaya yang menonton gaya hedonism kehidupan para keluarga dinasti kerajaan dan para punggawa istananya aja bro ..

Besok rakyat jangan nangis yaa, jika mereka sehabis ngopi-ngopi mewah di istana lalu duduk-duduk cantik di teras dan balkon kondominium menikmati fakta kehidupan kalian yang mengharukan ..

Jangan nangis.. cukup nyengir aja, karena bagi mereka kisah sedih kehidupan kalian tak lebih dari drama korea yang sedap dinikmati sambil mengusap air mata dan mengunyah Crackers Choco Milk Belgia yang mahal itu ..

Ayoo .. gimana ..??? Penak jaman ku toh…!!!

Salam sehat. (*)

*Penulis: Nadya Valose (warganet)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.