Kamis, 02 Juli 2020

Koalisi Oposisi Mendobrak Tembok Kekuasaan

Koalisi Oposisi Mendobrak Tembok Kekuasaan

Foto: 9 Tokoh oposisi.

Jakarta, Swamedium.com — Prof. Dr. Din Syamsudin, salah satu dari sembilan orang yang didaulat sebagai tokoh oposisi menyerukan untuk dibentuk koalisi. Koalisi ini terdiri dari orang-orang bijak.

Dua tugas koalisi ini, pertama, sebagai gerakan moral. Mengingatkan dan melakukan kritik terhadap setiap kebijakan yang merugikan rakyat dan berpotensi menghancurkan masa depan bangsa. Kedua, untuk melakukan tekanan politik kepada tembok kekuasaan.

Belum diketahui apa rumusan “tekanan politik” yang dimaksudkan dan dirancang oleh Din Syamsudin ini. Apakah dalam bentuk “social movement” yaitu demonstrasi? Din belum mengungkapkan secara transparan.

Tokoh oposisi ini mengaku tidak hanya sebatas kata-kata, tapi berbuat nyata. Mantan ketua MUI ini telah menggalang para tokoh untuk menyatakan keprihatinan atas kasus-kasus Mega Korupsi di negeri ini.

Upaya Din Syamsudin menggalang para tokoh merupakan bentuk nyata dari langkahnya melakukan pressure untuk menjebol tembok kekuasaan. Apakah ini yang disebut dengan koalisi kebangsaan?

Berbagai pihak telah mendesak kepada sembilan tokoh oposisi untuk bersatu dan melakukan langkah-langkah yang lebih strategis dan taktis. Jika sembilan tokoh oposisi bersatu dan membuat pernyataan bersama, maka dampak moralnya akan sangat dahsyat.

Selain sembilan tokoh oposisi ini, ada banyak tokoh-tokoh kaliber yang juga punya satu keprihatinan yang sama. Mereka juga keras bersuara dan selama ini konsisten menyuarakan nurani rakyat.

Ada Natalius Pigai, tokoh Papua yang selama ini kritis menyoroti pelanggaran HAM yang sering terjadi setahun terakhir ini.

Imam Prasojo, sosiolog UI yang merasa miris dengan dampak sosial yang diakibatkan oleh pola komunikasi elit dan cara pengelola negara.

Gatot Nurmantio, mantan Panglima TNI yang dicopot sebelum masa pensiun. Jenderal bintang empat ini selalu mengingatkan bahaya kebangkitan PKI.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.