Sabtu, 28 November 2020

Innalillahi, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Syamsul Hadi Abdan Wafat

Innalillahi, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Syamsul Hadi Abdan Wafat

Foto: Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kiai Haji Syamsul Hadi Abdan

Madiun, Swamedium.com — Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Dunia pendidikan Islam kembali berduka setelah salah satu jajaran pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kiai Haji Syamsul Hadi Abdan, meninggal dunia pada Senin (18/5/2020) / 25 Ramadhan 1441 Hijriah.

Kabar ini diterima melalui Sekretaris Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedono, Madiun, Jawa Timur, pukul 09.15 Waktu Indonesia Barat (WIB), pada usia 76 tahun.

Kiai Haji Syamsul Hadi Abdan masuk menjadi jajaran pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak tahun 2007 yang lalu. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah periode 1422-1427 H. / 2002-2006, dan mengawali karier di pondok pesantren sebagai staf pengajar Institut Studi Islam.

Lahir di Ponorogo pada tanggal 7 Januari 1944, setelah menamatkan sekolah dasar di desa Gontor, beliau masuk Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah dan lulus pada tahun 1969, kemudian menyelesaikan program Sarjana di Fakultas Tarbiyah Institut Studi Islam Darussalam pada tahun 1994.

Semasa hidupnya Kiai Haji Syamsul Hadi Abdan pernah beberapa kali menulis buku, di antaranya yaitu yang berjudul ‘Embun Keikhlasan’. Dalam buku tersebut berisi wejangan dan petuah beliau kepada santri Gontor yang disampaikan sehabis Salat Magrib.

Jenazah disalatkan di Masjid Pusaka oleh keluarga untuk kemudian pada sore harinya akan disalatkan kembali oleh seluruh santri dan guru Pondok Modern Darussalam Gontor di Masjid Jami’.

Setelah itu jenazah akan dikebumikan di pemakaman Pondok Modern Darussalam Gontor. Keluarga besar pondok yang menghadiri proses pemakaman diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Selamat jalan, Kiai. Semoga seluruh amal ibadah mendapatkan rahmat dan diterima Allah subhanahu wa ta’ala serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan.

Sumber: Umma

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.