Rabu, 03 Juni 2020

Ketika Ekonomi Lebih Berharga dari Nyawa Manusia, Waspada Gelombang Kedua Covid-19

Ketika Ekonomi Lebih Berharga dari Nyawa Manusia, Waspada Gelombang Kedua Covid-19

Foto: Orang-orang berjalan di jalan yang tertutup di tengah pandemi coronavirus di Medan, Sumatera Utara.

Bandung, Swamedium.com — Rencana pelonggaran alias relaksasi PSBB ancaman atau happy ending?

Rasanya sulit relaksasi PSBB berakhir happy ending. Penerapan PSBB di lapangan tak ubahnya seperti bukan PSBB.

Lalu lintas masih padat. Bandara berjubel. Pasar ramai. Super market penuh pengunjung.

Toko pakaian penuh pembeli baju lebaran. Pasar tradisional mulai macet oleh lalu lintas.

Kerumunan orang di pasar-pasar seperti tidak ada PSBB. Interaksi antar manusia tinggi.

Yang berbeda. Misalnya, checkpoint semu dan work from home bagi orang kantoran. Sedangkan orang non kantoran ‘bebas’ beraktivitas dan berinteraksi.

Mirisnya, masjid di lockdown. Umat Islam manut. Wajar bila ada sebagian umat Islam yang curiga dengan pemerintah. Malah ada yang memplesetkan PSBB itu Pakde sering bohong besar.

Selain itu kurva covid-19 belum menurun. Tanda-tanda kapan berakhirnya covid-19 belum ada yang berani mengkonfirmasi.

Penerapan PSBB setengah hati. PSBB sudah longgar akan makin dilonggarkan. Siap-siap gelombang kedua yang terpapar covid-19 lebih banyak lagi.

Jerman dan Arab Saudi buktinya. Setelah dilonggarkan kedua negara tersebut muncul gelombang kedua yang terinfeksi covid-19. Akhirnya Jerman dan Arab Saudi lockdown lagi.

Saya justru salut dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ditengah wacana pelonggaran PSBB, Anies Baswedan sebaliknya. Memperketat PSBB. Hanya orang ber-ktp Jakarta bisa masuk Jakarta. Sehingga muncul guyonan PSBB itu Presiden selanjutnya bernama baswedan.

Sementara daerah lain terbawa irama pemerintah pusat. Berlomba-lomba relaksasi PSBB.

Hati-hati jebakan batman. Prediksi saya bila benar PSBB yang sudah longgar akan lebih dilonggarkan lagi banyak orang terpapar covid-19.

Waspada dan berhati-hatilah! Jangan merespon berlebihan bagi yang berada di zona merah dengan shalat idul fitri berjamaah di masjid atau lapangan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.