Kamis, 24 September 2020

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Pemerintah Dianggap Gak Konsisten, Rakyat Marah

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Plin plan! Itulah kesan rakyat terhadap pemerintah terkait PSBB. Berawal bulan januari, pemerintah tak percaya covid-19 hijrah ke Indonesia. Coloteh sejumlah menteri bikin gemes. Salah prediksi membuat rapuh pertahanan.

Saat covid-19 masuk dan menginveksi, pemerintah gagap. Sama sekali gak siap. Bingung dan panik. Sementara nyawa terus berjatuhan. Satu persatu mati, hingga puluhan, ratusan, bahkan ribuan.

Setelah didesak untuk terapkan lockdown, bahasa yuridisnya karantina, akhirnya muncul PSBB. Meski telat dan sangat alot.

PSBB merupakan terobosan cerdas. Walaupun akan lebih efektif jika pemerintah pusat yang mengoperasikannya sendiri. Tak menyerahkan secara teknis kepada kebijakan pemerintah daerah. Ada kesan cuci tangan.

Lepas ada kekurangan sana sini, PSBB berhasil kendalikan penyebaran covid-19. Beberapa daerah, termasuk Jakarta, tingkat penyebaran turun. Di Jakarta, penurunan sampai pada level 0,9-1,2 persen. Ini bukti PSBB terukur dampaknya.

Tapi sayang, sejak Menhub membuka kembali “public transportation”, covid-19 ngamuk lagi. Angka penyebaran naik. Ratusan per hari untuk Jakarta. Secara nasional, hampir menembus angka 1000 per hari.

Tampak di pasar, mall dan bandara, kerumunan manusia padat lagi. Berjubel manusia saling menularkan virus. Dua minggu terakhir, jalanan di Jakarta pun padat kembali. Hampir tak ada lagi bedanya dengan waktu sebelum adanya covid-19.

Relaksasi PSBB yang diwacanakan Mahfud MD, Menkopolhukam ini, nampaknya berhasil. Rakyat merasa bebas dan merdeka kembali. Puncaknya, ketika pemerintah pusat membuat konser covid-19. Pakai hadiah Motor Gesit lagi. Hadiah atau lelang? Menurut M. Nuh, itu hadiah. Sayangnya, motor bertanda tangan presiden tak bisa dia miliki. Keburu ditangkap polisi. Prank!

Di sisi lain, jumatan, shalat berjama’ah dan shalat IDUL FITRI dilarang. Selama ini, umat Islam terima. Taat aturan. Walaupun tetap satu dua kasus ada yang gak disiplin. Masih dalam taraf wajar.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.