Senin, 21 September 2020

Pengalaman Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Tanpa Isolasi

Pengalaman Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Tanpa Isolasi

Jakarta, Swamedium.com — Dokter In (nama disamarkan) menulis di akun twiternya @incitu tentang pengalamannya saat terinfeksi virus covid-19 dalam bertugas. Dia menceritakan bagaimana keluar sebagai pemenang dari perang melawan virus yang telah merenggut puluhan jiwa tenaga medis.

Berikut pengalamannya.

“Saya cerita kasus saya dulu dg covid 19, baru lanjut ke kiat2nya survive, gak pake masuk segala wisma atau RS.

Saya dokter bedah di RS rujukan covid. Posisi second line justru berpotensi terinfeksi lebih besar, krn awal2 merebaknya covid kita cuma pakai APD masker bedah biasa. Nakes yg frontline sudah pakai APD coverall (saat itu coverall langka, mrk pakai jas hujan). Pasien yg datang ke poli pun tidak terskrining.

Sudah beredar himbauan utk tidak operasi kasus elektif, saya tetap op; krn kasihan pasiennya.

27 Maret pilek, hidung mampet. Di rumah gak punya termometer. Gak tau demam atau nggak.
Direktur RS A (saya kerja di 3 RS) minta saya rapid test.

Rapid tgl 30 Maret: negatif.

Masih kerja terus. Lari pagi rutin. Tiap kali ke RS ukur suhu tidak demam, pakai APD makin lengkap. Tambah face shield ato goggle dan cap.

Tgl 4 April pilek lagi, badan babak belur. Sudah punya termometer; tidak demam. Krn ingus kuning, saya pikir bakterial. Minum levofloxacin.

Saya minta ke Direktur RS B utk diperiksa covid, ditolak. Ktnya saya sehat dan kuat (ya emang bener sih) dan saat itu tes sangat terbatas. Jd diutamakan diperiksa yg bener2 bergejala atau ada kontak ERAT dg penderita covid.

Kmd kejadian deh pasien yg saya terima metong misterius di ruangan rawat RS. Kali ini saya minta periksa swab.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.