Rabu, 12 Agustus 2020

Pengalaman Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Tanpa Isolasi

Pengalaman Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Tanpa Isolasi

Tgl 9 april saya swab dan rapid di RS B dan swab ke 2 di RS A.

Kedua hasil; rapid: NEGATIF. (sementara swab masih menunggu.red)
Saya kerja terus, operasi terus, lari pagi terus.

Tapi ritualnya jelas:
1. Di RS pakai APD lengkap;
2. Selesai kerja langsung mandi, pulang. Tidak cawe2 ngumpul2 di pantry
3. Alat2 APD tidak disentuh org lain;
4. Tidur di kamar terluar, tidak ke kamar2 lainnya;
5. Minum vitamin, makan yg bener, istirahat;
6. Saat hidung mampet, hirup uap panas spy ingus mencair dan mudah dikeluarkan; 7. Tidak batuk dan buang ingus sembarangan;
8. Rutin cuci tangan;
9. Lari pagi hindari kerumunan dan pakai masker;
10. Minum banyak air putih.

Tanggal 23April (tepat 2mggu kemudian) keluar hasil swab: POSITIF.

Saya ketawa ngakak pas ditelpon dikabari ini. Saya ini masuk OTG. Orang Tanpa Gejala yg berpotensi sangat besar menularkan orang lain. Bagusnya adlh saya tertib berAPD, physical distancing, avoid crowds, cuci tangan.

Perawat2, pasien2 yg selama 2mggu itu operasi, kerja dg saya, Puji Tuhan hingga hari ini tidak ada yg sakit.

Saya minta obat, spt warga wisma Atlet kan dikasih obat; ditolak. Kata dokter Sp.Paru, saya sangat fit, gak perlu obat.

Besoknya saya diminta swab lagi (Protokolnya: 2 minggu dr swab positif dilakukan swab ulang dan 3 hari kemudian swab lagi)

Sejak saya diketahui positif sampai keluar hasil swab 2 kali saya tidak ke RS. Tgl 24 April swab, keluar hasil tgl 28. Negatif. Tgl 27 April swab lagi, Negatif juga.

SEMBUH. Langsung kerja poli lagi, operasi lagi.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.