Senin, 06 Juli 2020

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jakarta, Swamedium.com — Ekonomi dunia collaps. Termasuk Indonesia. Tidak hanya di tingkat nasional, tapi kondisi ini juga dirasakan oleh semua daerah. Pajak sebagai andalan pendapatan, turun drastis.

Wisata, restoran, tambang, properti, dan hampir semua bisnis ambruk. Otomatis, gak ada pembayaran pajak.

Anggaran negara jebol. Begitu juga anggaran daerah. Covid-19 memporakporandakan semuanya. Tak terkecuali DKI. APBD 87,9 T menjadi 47,2 T. Gara-gara corona.

Minimnya pemasukan, Gubernur DKI tagih Dana Bagi Hasil (DBH) ke kementerian keuangan. Sudah seharusnya. Namanya juga hutang, mesti ditagih. Apalagi, DKI lagi butuh. Untuk KJP. Untuk bansos. Untuk atasi covid-19. Untuk selamatkan nyawa dan dampak ekonomi warga DKI.

Menteri keuangan berkelit. Sejumlah menteri ikutan jadi tim penyerang. Nama BPK diseret-seret. Tak terima dilibatkan dalam DBH DKI, BPK teriak. Ape urusannya sama gue? Kira-kira seperti itu kalau pinjam bahasa betawi.

Akhirnya, dibayar separo. Penagihan sukses. Sisanya? dicicil. Maklum, negara dalam keadaan susah. Harus saling memahami. Mau nyicil aja muter kesana kemari. Gerutu warga DKI. Hus, sabar! Gak usah dilanjutin komennya. Sudah susah bayar utang, gak usah dikasih komen macem-macem. Kasihan. Jangan tambah beban orang yang lagi sulit. Doain aja.

Ini aja sudah lumayan. Mau nyicil. Ada i’tikat baik. Niat bayar hutang. Anies lega, meski harus terima bullyan dulu sebelum dibayar. Selama itu dilakukan demi rakyat, bullyan serasa lezat.

Saatnya kencangkan sabuk anggaran. Pangkas pengeluaran yang tidak terlalu mendesak. Sortir sana-sini, prioritaskan kegiatan yang urgent. Tentu, kebutuhan untuk rakyat harus paling utama. Ini prinsip yang selama ini jadi pegangan gubernur DKI.

Mengatasi covid-19, baik untuk anggaran kesehatan, maupun untuk tangani dampak ekonominya, butuh dana cukup besar. Yang jadi persoalan sesungguhnya bukan berapa besar kebutuhannya. Tapi persoalannya justru pada minimnya pemasukan.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.