Senin, 13 Juli 2020

Sukses Turunkan Penularan Corona, Kepala Daerah Berbondong-bondong Tiru Langkah Anies

Sukses Turunkan Penularan Corona, Kepala Daerah Berbondong-bondong Tiru Langkah Anies

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jakarta, Swamedium.com — Jurus Anies dalam memerangi wabah Corona alias Covid-19 memang luar biasa. Ia adalah Kepala daerah dengan inisiatif dan kinerja terbaik, terutama dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak pandemi.

Sejak Januari 2020 dirinya sudah memberikan sosialiasi tentang adanya bahaya virus Pneumonia Wuhan yang sekarang dikenal sebagai Covid-19.

Semua publikasi sejak dini itu bisa dicek melalui sosial media DKI, Dinas Kesehatan DKI, hingga BUMD milik DKI, semua serempak mendukung instruksi Gubernur Anies agar menyampaikan kewaspadaan pada masyarakat.

Cara Anies Baswedan menghadapi virus ini membuat pemimpin daerah lain meniru jejaknya. Bahkan banyak dari mereka juga meminta bantuan pada Anies untuk memberikan pertolongan. Seperti yang dilakukan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna pada 2 April 2020. Pihaknya meminta kepada sang Gubernur membantu memberikan alat rapid test.

Hasilnya Kota Depok mendapatkan bantuan sekitar 2400 unit alat rapid test yang kemudian akan didistribusikan ke puskesmas.

“Maka dalam rangka kemanusiaan enggak ada salahnya kita membangun komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta. Dan alhamdulillah direspon,” ungkapnya.

Komunikasi tersebut bermula saat dirinya mendapatkan aduan bahwa Puskesmas Cilodong saat ini tengah kehabisan alat tersebut.

“Saya sempat telepon langsung ke Puskesmas Cilodong. Katanya kosong. Makanya saya coba mengirim pesan ke Pak Anies, siapa tahu ada. Malah beliau langsung telepon saya. Ternyata ada (stok alat rapid test),” cerita Pradi.

Bahkan dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga meminta bantuan sosial dari DKI. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga meminta Pemerintah Bekasi meniru penanganan atau kebijakan yang diterapkan Jakarta terkait virus corona (Covid-19).

“Jadi buat Bekasi kebijakan di Jakarta di-copy karena situasi persis, kota padat dan statik jumlah PDP dan ODP tertinggi,” kata dia dalam siaran langsung saat mengunjungi Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/3).

Pages: 1 2 3

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.