Jumat, 03 Juli 2020

UII: Hentikan Tindakan Intimidasi yang Memberangus Kebebasan Mimbar Akademik

UII: Hentikan Tindakan Intimidasi yang Memberangus Kebebasan Mimbar Akademik

Jogjakarta, Swamedium.com — Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan sikap tegas kepada siapapun yang telah melakukan intimidasi dan teror terhadap dosen tata negara yang juga Guru Besar UII, Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M.Hum terkait materi yang disampaikan dalam acara Diskusi dan Seminar yang bertajuk “Pemecatan Presiden di tengah Pandemi dalam Sistem Ketatanegaraan” pada Jumat (29/5) kemarin.

Prof Fathul Wahid mengatakan, tindakan-tindakan berupa intimidasi, pembubaran hingga pemaksaan untuk membatalkan diskusi adalah tindakan yang tidak bisa diberi toleransi oleh hukum demi tegaknya HAM dan kebebasan akademik. Oleh karena itu, harus ada tindakan yang tegas dari penegak hukum terhadap oknum pelaku tindakan intimidasi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Berikut isi lengkap pernyataan sikap Civitas Akademika UII tersebut.

Salah satu buah reformasi adalah amandemen terhadap Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) yang antara lain memperteguh jaminan Hak Asasi Manusia (HAM). Di antara jaminan HAM tersebut adalah bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat (vide Pasal 28E ayat (3) UUD NRI Tahun 1945).

Dalam dunia akademik, kebebasan berpendapat berupa kebebasan akademik merupakan jantung dari sebuah perguruan tinggi. Kebebasan akademik sebagai ruh sekaligus penciri dari perguruan tinggi yang akan menjadi pendorong bagi terwujudnya demokratisasi suatu bangsa.

UNESCO mendefinisikan kebebasan akademik sebagai hak yang berupa “kebebasan dalam mengajar dan berdiskusi, kebebasan dalam meneliti dan menyebarluaskan serta menerbitkan hasil riset”. Pada konteks perguruan tinggi, kebebasan akademik termanifestasi ke dalam Tri Darma Perguruan Tinggi (atau Catur Darma di Universitas Islam Indonesia) yang terdiri atas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan
dakwah Islamiyah.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.