Kamis, 02 Juli 2020

Anatomi Geopolitik Rusuh Massa di Amerika

Anatomi Geopolitik Rusuh Massa di Amerika

Bandung, Swamedium.com — Antifa merupakan akronim dari Anti-Fascist Action. Ia adalah sekumpulan aktivis yang terlibat dalam gerakan anti-kapitalis, berasal dari berbagai ideologi terutama sayap kiri yang meliputi anarkis, sosialis dan komunis bercampur pula dengan beberapa liberal dan sosialis demokrat. Mereka lebih suka melawan sayap kanan jauh dan supremasi kulit putih secara langsung daripada melalui pemilihan umum.

Antifa mengadakan berbagai aksi protes di ranah digital, atau melalui pengrusakan properti, kekerasan fisik dan serangan terhadap orang yang dianggap fasis, rasis dan/atau sayap kanan jauh.

Betapa di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, isu George Floyd di Minneapolis (25/5/2020) yang dicekik Derek Chauvin —polisi federal— hingga mati, bila ditinjau dari perspektif (geo) politik, hanyalah sekedar trigger atau pemantik belaka. Kenapa? Karena selain sikap rasis polisi federal nyaris di semua state kerap overreach (tak sesuai SOP) dalam menangani pelaku kriminal warga kulit hitam. Ini api dalam sekam bagi stabilitas di Amerika (AS). Sedang Antifa sendiri sebagai entitas anti-rasis dan anti-kapitalis memang ada, nyata dan eksis/berada. Logikanya, tinggal menunggu pemicu maka upaya meluapkan onar serta menyerang kaum kapitalis niscaya menemukan momentum. Inilah yang kini berlangsung masive di beberapa Negara Bagian Amerika.

Pertanyaannya adalah, adakah resonansi –efek saling getar– antara kerusuhan sosial dengan pemilihan presiden (pilpres) yang sebentar lagi digelar di AS?

Jelas. Resonansinya ada, bahkan pilpres itu sendiri dianggap sumber getaran atau epicetrum gerakan. Buktinya mana? Ada beberapa “individu” bermain di belakang Antifa selaku donatur.

Sangat menarik, bahwa di setiap gerakan massa dan/atau kerusuhan sosial dalam skala besar, entah di level global, regional, maupun lokal/nasional, misalnya, selalu ada wayang, ada dalang dan terutama bercokol si pemilik hajatan yang meremot skenario dari balik layar.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.