Senin, 23 November 2020

Ajaran Komunis: Akhirat Itu Ramalan

Ajaran Komunis: Akhirat Itu Ramalan

Foto: KH. Luthfi Basori.

Malang, Swamedium.com — Materialisme adalah ajaran yang berpangkal pada soal-soal materi, kebendaan, dan menganggap Tuhan itu tidak ada, karena segala sesuatu berpangkal pada benda atau sesuatu yang wujud di dunia.

Paham inilah yang menjiwai gerakan Komunisme.

Materialisme sendiri berasal dari material, yaitu benda. Jadi segala sesuatu dihitung dengan benda.

Bahkan kalau kita akan berbuat sesuatu, seakan-akan kalau tidak ada sesuatu yang khusus bernilai kebendaan, seperti uang misalnya, maka dianggap tidak akan pernah bisa berjalan.

Sekarang kan musimnya istilah, ada uang kita bekerja, tidak ada uang ya sudah tidak mau bekerja, misalnya semacam itu.

Ini sebenarnya bukan ajaran Islam, kalau umat Islam kan tidak begitu.

Ada orang yang berbuat sesuatu kebaikan, walaupun tanpa diberi uang, tetap saja niat berbuat kebaikan atau kebajikan, maka seringkali yang ia harapkan adalah mendapat pahala atau surga, tidak harus mendapat uang.

Kalau kaum materialisme tidak begitu, selagi mereka tidak melihat benda atau uang, tidak mau diajak kerja.

Misalnya kita ajak: “Ayo kita salat, kalau orang salat itu akan masuk surga !”

Maka mereka mengatakan: “Surga tidak ada, coba saya kepingin lihat surga sekarang, kamu bisa tidak menghadirkan surga?”

Ya tentunya tidak bisa..
Perkara itu kan yang akan datang.

Mereka mengatakan “Ini kan cuma sekedar pemikiranmu, ini cuma angan-anganmu !”

Padahal umat Islam tidak begitu, umat Islam meyakini bahwasanya setelah mati itu ada kehidupan lagi.

Kemudian pada kehidupan berikutnya, bisa masuk surga bagi orang-orang yang baik sedangkan orang-orang yang jahat akan masuk neraka.

Jadi bagi umat Islam, segala sesuatu itu tidak harus berstandar materi seperti uang, bukan juga harus berstandar benda.

Karena itulah, orang-orang Materialisme tidak meyakini adanya surga, tidak meyakini adanya neraka, termasuk juga tidak meyakini adanya siksa kubur atau kenikmatan kubur. Mereka anggap apa yang diterangkan dalam Alquran maupun Hadits itu, sebagai khayalan belaka, atau sebagai ramalan ulama.

Karena itu, ada penganut Materialisme yang mengatakan: “Oh kalau ada orang berbicara tentang akhirat itu, ramalan semata karena tidak nyata, karena mereka yang mengatakan: “Besok kalau kamu berbuat baik kamu akan masuk surga,” mereka yang mengatakan gitu belum pernah masuk surga.”

Begitulah kata orang-orang Materialisme. Orang-orang Materialisme ini hidupnya yang nyata-nyata, pokoknya uang, jabatan. Ini adalah ajaran sebenarnya diadopsi dari orang-orang komunis. Aslinya begitu. (*)

*Penulis: KH. Luthfi Bashori
Transkrip video: Rizal Affandi

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.