Kamis, 02 Juli 2020

Catatan Seorang Ahli Percepatan Penanganan dan Dampak Covid-19

Catatan Seorang Ahli Percepatan Penanganan dan Dampak Covid-19

Mataram, Swamedium.com — Kendati saya sering dibully menyatakan bahwa covid-19 itu seperti flue biasa, yang memang bombastis efek Media sehingga memunculkan kekawatiran yang sangat besar ditengah-tenggah masyarakat.

Saya sebagai salah satu Tim Ahli Percepatan Penanganan Covid-19 dan dampak Psikologis paca Covid-19 di Lombok Barat telah bertemu dengan berbagi orang baik masyarakat pada umumnya, PDP, ODP dan bahwakan yang positif dan sudah sembuh dari covid-19.

Ada beberapa catatan menarik dari apa yang saya peroleh ketika berinteraksi dengan mereka. Nanti mungkin catatan saya ini bisa dikoreksi oleh para dokter dan ahli lainnya, namun apa yang saya sampaikan ini empiris dan ilmiah.

1. Masyarakat sendiri bingung, sisi lain pasar selalu dibuat di NTB ini sejak awal sampai kini, tetapi anehnya tidak ada satupun cluster pasar. Yang lebih banyak justru cluster Gowa yang disebut-sebut memberikan konstribusi besar pada naiknya covid-19.

2. Kemudian saya temui beberapa cluster Gowa yang asalnya dinyatakan positif dan di karantina lalu pulang untuk menjaga etika saya cari no HP dan tidak tatap muka langsung tetapi melalui media VC WA. Para cluster ini selama karantina, diminta olah raga, makanan cukup dan diberikan vitamin. Setelah itu walau ada beberapa yang memang harus dirawat tidak sampai ada yang masuk ICU atau perawatan sampai di infus segala bahkan tidak ada yang namanya diberikan nafas tambahan dari alat ventilator, wa syukurilah beliau-beliau sehat bugar kembali.

3. Masih ingat dengan cluster 1 dan 2? Yang beliau adalah tokoh agama dan punya lembaga pesantren. Isu pertama kali yang muncul dan informasi yang saya terima pesantren ditutup karena ada yang terpapar bahkan 1 desa dan kecamatan terpaksa di tutup di Lombok Timur. Tetapi kemudian beliau di nyatakan sehat dan santri-santri tidak ada yang terpapar bahkan anak-anaknya juga tidak ada, anehnya sang tukang urut Alhamdulillah negatif.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.